BERITACIKARANG.COM, MUARAGEMBONG – Ratusan nelayan menggelar tradisi pesta laut atau nadran di Kampung Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/07).
Sedikitnya 700 kapal nelayan mengiringi pelarungan sesaji berupa kepala kerbau ke tengah laut. Mereka berlayar sekitar tiga kilometer dari Kampung Muara Bendera menuju perairan dengan kedalaman belasan meter.
Ketua Panitia Nadran, Rasim, mengatakan tradisi tersebut merupakan bentuk rasa syukur nelayan kepada Allah SWT atas hasil laut.
“Total yang mengikuti kegiatan ini ada sekitar 700 hingga 800 kapal. Makna dan tujuannya adalah sebagai bentuk rasa syukur dari para nelayana karena selama ini kita mengambil hasil dari lautan,” ujar Rasim.
Ia menyebut pelaksanaan nadran tahun ini menjadi yang paling meriah dibanding beberapa tahun terakhir. Menurutnya, antusiasme masyarakat meningkat setelah tradisi tersebut tidak digelar pada 2025 akibat kelangkaan BBM dan LPG.
BACA: Nelayan di Kabupaten Bekasi Mulai Melaut Gunakan LPG
“Tahun ini lebih meriah, pesertanya lebih antusias. Ada juga dukungan dari donatur. Terakhir kita menggelar pada 2024. Tahun 2025 kita tidak mengadakan karena memang banyak nelayan yang tidak melaut karena terkendala bahan bakar minyak (BBM) dan LPG yang langka,” katanya.
Rasim mengungkapkan penyelenggaraan nadran hampir seluruhnya dibiayai secara swadaya oleh masyarakat nelayan. Ia mengatakan dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi tersebut masih sangat minim.
“Hampir setiap tahun tidak ada dukungan dari pemerintah. Semuanya swadaya. Harapan kami pemerintah lebih peduli terhadap tradisi-tradisi seperti ini,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti persoalan yang hingga kini masih dihadapi nelayan, yakni sulitnya memperoleh BBM dan LPG dengan harga terjangkau untuk operasional melaut.
“Kendala utama kami BBM karena sering sulit didapat dan harganya tinggi. Termasuk LPG juga sulit, padahal kapal-kapal kecil banyak yang menggunakan LPG,” tandasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















