BERITACIKARANG.COM, TARUMAJAYA – Tari Ujungan Bekasi sukses mencuri perhatian penonton saat tampil dalam Festival Lima Gunung (FLG) XXV di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Sabtu (11/07) malam.
Penampilan berdurasi 4 menit 50 detik tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama Ujungan Bekasi dipentaskan di ajang budaya berskala nasional sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia domain seni pertunjukan oleh Kementerian Kebudayaan pada 3 Juli 2026.
Sebanyak 10 penari dari Sanggar Seni Kusuma Kabupaten Bekasi membawakan Tari Ujungan Bekasi di hadapan ratusan seniman dan pegiat budaya dari berbagai daerah. Kekompakan gerak, kekuatan ekspresi, serta pengemasan pertunjukan yang memadukan unsur tradisi dan kreativitas mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Penata Tari Ujungan Bekasi, Eyang Anjar Purwani, mengatakan persiapan penampilan telah dilakukan sejak 20 Juni 2026. Menurutnya, keikutsertaan dalam Festival Lima Gunung menjadi langkah penting untuk memperkenalkan Ujungan Bekasi kepada masyarakat yang lebih luas.
BACA: Usai Raih WBTb, Ujungan Bekasi Disiapkan Jadi Magnet Wisata Budaya
“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan Tari Ujungan ke tingkat nasional agar semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Bekasi,” ujar Eyang Anjar Purwani.
Penampilan Tari Ujungan Bekasi merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Babah Rais dari Padepokan Pencak Silat Ki Sayan sebagai sumber gerak Ujungan Bekais, Ketua Pdepokan Seni dan Budaya Bekasi (Pangsi) Drahim Sada selaku penggagas, Sanggar Seni Betawi Margasari Kacrit sebagai penata musik serta Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bekasi.
Festival Lima Gunung XXV digelar pada 10–12 Juli 2026 menjadi peringatan 25 tahun penyelenggaraan festival budaya yang diinisiasi Komunitas Lima Gunung (KLG). Berbeda dengan banyak festival lainnya, FLG konsisten diselenggarakan secara swadaya tanpa bergantung pada sponsor maupun bantuan pemerintah.
Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono menjelaskan FLG merupakan agenda tahunan komunitas seniman-petani dari kawasan Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival menghadirkan 85 kelompok seni dengan total 1.274 seniman yang menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tari tradisional, musik, pembacaan puisi, kirab budaya, hingga kolaborasi seni lintas disiplin. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















