BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Kepolisian mengungkap temuan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden tewasnya seorang balita berinisial AP (4) yang tercebur ke dalam sumur tua di Kampung Babakan RT 013/006, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jumat (10/07).
Kapolsek Serang Baru AKP Hotma Sitompul mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, sumur yang menjadi lokasi kejadian memiliki kedalaman sekitar 15 meter dengan tinggi genangan air sekitar tiga meter. Kondisi tersebut diperparah karena lubang sumur hanya ditutup menggunakan sepotong papan GRC.
“Di lokasi kami menemukan bibir sumur sangat rendah dan setiap hari lubang sumur hanya ditutup dengan potongan GRC. Di sekitar sumur juga tidak terdapat pagar atau pengaman sehingga sangat rawan, terutama bagi anak-anak,” ujar AKP Hotma Sitompul.
Peristiwa itu diketahui setelah Polsek Serang Baru menerima laporan melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 11.30 WIB mengenai seorang anak yang diduga tercebur ke dalam sumur.
BACA: Balita 4 Tahun Tewas Tercebur Sumur Tua di Serang Baru
Menerima laporan tersebut, personel piket fungsi langsung mendatangi lokasi. Namun karena kondisi sumur yang sangat dalam dan minim oksigen, polisi kemudian meminta bantuan Tim Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi untuk melakukan evakuasi.
“Setelah proses evakuasi dilakukan oleh tim damkar, korban berhasil diangkat. Namun korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, saat kejadian kedua orang tua korban sedang bekerja. Korban diketahui dititipkan kepada seorang pengasuh yang tinggal di lokasi kejadian.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Atas kejadian ini, Hotma mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan sumur maupun lubang galian di lingkungan permukiman, terutama yang berada di sekitar area bermain anak.
“Kami mengimbau warga yang memiliki sumur gali atau lubang galian agar memastikan kondisinya aman, diberi penutup yang kuat dan pengaman seperti pagar, sehingga tidak membahayakan anak-anak maupun warga lainnya. Pengawasan terhadap anak juga perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















