BERITACIKARANG.COM, CIBARUSAH – Kelenteng Ngo Kok Ong di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, menggelar Perayaan Shejit ke-342 pada Selasa-Rabu, 7–8 Juli 2026. Perayaan yang telah diwariskan selama lebih dari tiga abad ini tidak hanya menjadi momen penting bagi umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol terjaganya kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bekasi.
Beragam rangkaian ritual keagamaan dan atraksi budaya digelar selama dua hari. Pada hari pertama, Selasa 07 Juli 2026 diawali dengan prosesi pemandian Kimsin Kongco sebagai bentuk penyucian rupang dewa, dilanjutkan pembacaan Paritta Suci, atraksi Barongsai dan Liong, prosesi Tandu Golok, Tiam tempat Tahwee, hingga atraksi Barongsai Tonggak Cia Peng’an yang menyita perhatian masyarakat.
Sementara pada hari kedua, Rabu 08 Juli 2026, suasana semakin semarak dengan penampilan Gambang Kromong yang menghibur para pengunjung dari pagi hingga sore hari. Perayaan kemudian dilanjutkan pada malam hari ini dengan ritual pembakaran arang Tahwee, pembuatan Hu Peng’an, serta prosesi Tahwee atau berjalan di atas bara api yang menjadi salah satu tradisi paling sakral dalam perayaan tersebut.
BACA: Mulai Diperkenalkan, Batik Bekasi Bermotif Truk Biawak hingga Klenteng Ngo Kok Ong Siap Mendunia
Selain itu, digelar pula pemilihan Locu periode 2026–2027, rebutan Jagung Berkah Yang Mulia Kongco Ngo Kok Ong, sembahyang bersama dalam rangka Perayaan Shejit, hingga pemotongan kue ulang tahun Cia Peng’an sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Kelenteng Ngo Kok Ong.
Kelenteng Ngo Kok Ong yang berlokasi di Jalan Raya Loji Cibarusah RT 01/RW 02, Desa Cibarusah Kota, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, merupakan salah satu kelenteng tertua di wilayah Bekasi. Berdiri sejak ratusan tahun lalu, kelenteng ini menjadi bagian dari sejarah perkembangan masyarakat di Cibarusah dan masih aktif melestarikan tradisi hingga kini.
Di tengah masyarakat Cibarusah yang mayoritas beragama Islam, keberadaan Kelenteng Ngo Kok Ong menjadi contoh nyata harmoninya kehidupan antarumat beragama. Selama perayaan berlangsung setiap tahunnya, masyarakat dari berbagai latar belakang turut hadir untuk menyaksikan atraksi budaya maupun memberikan dukungan terhadap pelestarian warisan budaya yang telah bertahan selama 342 tahun.
Perayaan Shejit tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan, menjaga tradisi leluhur, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Bekasi. (RIZ)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















