BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELTAN – Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri di Kabupaten Bekasi pada jalur prestasi diwarnai keluhan dari sejumlah orang tua calon siswa.
Proses pendaftaran yang dilakukan secara online melalui aplikasi Bebunge bahkan disebut-sebut terasa seperti “war tiket konser” karena harus berulang kali membuka dan menutup aplikasi demi bisa mengunggah dokumen persyaratan.
Salah seorang orang tua calon siswa, Rini (39), mengaku mengalami kesulitan saat mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi akademik maupun non-akademik yang dibukanya di hari pertama pendafatan.
Menurut dia, kendala utama terjadi saat mengunggah dokumen persyaratan berupa rapor dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam format PDF. Padahal, ukuran file yang akan diunggah sudah diperkecil sesuai ketentuan, yakni di bawah 1 MB.
“File rapor dan TKA sudah saya resize sampai di bawah 1 MB, tapi pas di-upload loading terus. Lama sekali tidak selesai-selesai,” ujar Rini, Senin (22/06).
Ia mengaku harus berulang kali keluar dan masuk kembali ke aplikasi Bebunge agar proses unggah dokumen bisa berjalan. Kondisi tersebut membuat proses pendaftaran memakan waktu cukup lama.
“Rasanya seperti war tiket konser. Bolak-balik buka tutup aplikasi terus. Tidak terasa sampai hampir satu jam baru berhasil,” katanya.
BACA: Warga Desa Waluya Demo SMAN 3 Cikarang Utara Karena Anaknya Tak Lolos Zonasi
Meski sempat mengalami kendala, Rini bersyukur proses pendaftaran akhirnya dapat diselesaikan. Saat ini berkas yang diunggah sudah masuk ke tahap verifikasi oleh panitia.
“Alhamdulillah sekarang statusnya sudah dalam proses verifikasi,” ungkapnya.
Diketahui, pelaksanaan SPMB SMP Negeri Kabupaten Bekasi Tahun 2026 dilakukan secara daring melalui fitur SPMB pada aplikasi Bebunge. Pendaftaran dibuka sesuai jalur yang dipilih calon peserta didik.
Untuk jalur Mutasi dan Afirmasi, pendaftaran telah berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Sementara jalur Prestasi dibuka pada 22–23 Juni 2026. Adapun jalur Domisili dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026.
Sistem pendaftaran berbasis online ini diterapkan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan penerimaan siswa baru. Namun, tingginya jumlah pendaftar yang mengakses aplikasi secara bersamaan diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses unggah dokumen berjalan lambat di sejumlah waktu tertentu.
Para orang tua berharap kendala teknis tersebut dapat segera diatasi sehingga proses pendaftaran pada tahapan berikutnya, terutama jalur domisili yang diperkirakan akan diikuti lebih banyak calon siswa, dapat berjalan lebih lancar. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















