BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Krisis air bersih di Kabupaten Bekasi terus meluas selama puncak musim kemarau 2026.
Hingga Senin 27 Juli 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 80 titik terdampak kekeringan yang tersebar di 21 desa pada sembilan kecamatan.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BPBD telah menyalurkan 2.786.300 liter air bersih melalui distribusi bantuan menggunakan armada tangki air.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan saat ini berdampak terhadap 9.537 kepala keluarga (KK) atau sekitar 28.450 jiwa. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan jumlah desa terdampak terus bertambah seiring masuknya Kabupaten Bekasi ke periode puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
“Sesuai prediksi BMKG, saat ini telah memasuki puncak musim kemarau yang berlangsung pada Juli hingga September 2026. Berdasarkan laporan permohonan bantuan air bersih dari masyarakat hingga 27 Juli 2026, wilayah terdampak kekeringan bertambah menjadi 21 desa di sembilan kecamatan,” kata Dodi.
BACA: 904 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan ke 39 Titik Kekeringan di Kabupaten Bekasi
Menurut dia, BPBD akan terus melakukan distribusi air bersih selama musim kemarau berlangsung dengan mengedepankan sinergi lintas sektor agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
BPBD, lanjut Dodi, telah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Bhagasasi untuk memastikan ketersediaan pasokan air bersih, sekaligus menggandeng sejumlah dinas teknis untuk menangani dampak kekeringan yang lebih luas.
“Kami terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Bhagasasi untuk memastikan ketersediaan air bersih, kemudian dengan dinas teknis seperti Dinas Pertanian, Dinas SDABMBK, BBWS, dan PJT II terkait penanganan lahan pertanian terdampak kekeringan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna mengantisipasi munculnya penyakit yang dipicu musim kemarau, serta mengajak anggota Klaster Logistik untuk memperkuat pendistribusian bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis pasokan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, mengingat potensi kekeringan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















