BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Prestasi internasional kembali diraih pelajar Kabupaten Bekasi. Atha Fathurrahman, siswa kelas 2 SDN Waluya 02, Kecamatan Cikarang Utara, berhasil menyabet penghargaan Gold dan Diamond dalam Kompetisi ADEPT (Achievement in Diverse Educational Progress and Talent) Competition Olympiad 2025/2026 bidang Matematika di Kuala Lumpur, Malaysia.
Atha meraih penghargaan tersebut setelah melalui serangkaian seleksi kompetisi matematika, mulai dari babak daring hingga final internasional yang digelar pada 30 Mei 2026.
Bagi Atha, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Ia mengaku sempat meneteskan air mata ketika namanya akhirnya dipanggil sebagai peraih juara pertama.
“Senang. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention, juara dua, sampai akhirnya nama saya dipanggil, juara 1, saya sempat keluar air mata,” ujar Atha.
Kompetisi ADEPT National Round 2025/2026 merupakan ajang seleksi yang diikuti peserta dari jenjang TK hingga SMA/SMK dari 17 negara untuk memperebutkan kesempatan melanjutkan ke Global Round.
Pada babak final di Malaysia, kemampuan Atha kembali diuji. Selain meraih kategori Gold, ia juga memperoleh kategori Diamond setelah mampu menjawab sekitar 90 persen soal dengan benar.
BACA: Coding Bakal Masuk Kurikulum Sekolah, Apa Manfaat Buat Anak?
“Untuk yang final di Malaysia kemarin, dia mendapatkan dua kategori, satu Gold dan satu Diamond. Diamond itu diberikan untuk penilaian jawaban yang mencapai 90 persen benar,” kata Rahman, ayah Atha.
Rahman mengatakan, capaian tersebut tidak diraih secara instan. Sebelum tampil di Malaysia, Atha mengikuti sejumlah kompetisi daring melalui lembaga pendidikan yang diikutinya.
“Awalnya kami ikut les di sebuah lembaga, kemudian Atha mendapatkan beasiswa. Dari sana dia mengikuti berbagai lomba secara online yang memang sudah masuk taraf internasional. Ada babak penyisihan dan final, jadi tidak langsung ikut kemudian mendapatkan juara,” jelasnya.
Ketertarikan Atha terhadap matematika juga telah muncul sejak usia dini. Orang tua, kata Rahman, tidak pernah memaksanya mengikuti perlombaan. Mereka memilih memberikan ruang agar minat dan kemampuan Atha berkembang secara alami.
“Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa. Awalnya dia tertarik dengan planet dan benda-benda bulat, kemudian mulai tertarik dengan negara dan dari situ mulai suka berhitung. Kami melihat minatnya, lalu kami carikan wadah yang sesuai,” tuturnya.
Atha bahkan telah mengikuti kompetisi matematika sejak duduk di taman kanak-kanak. Dalam salah satu kompetisi nasional sebelumnya, ia baru meraih juara harapan.
Namun, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk keberanian dan kemampuan Atha hingga akhirnya mampu bersaing di tingkat internasional.
“Dari TK dia sudah ikut lomba matematika nasional. Memang waktu itu baru mendapatkan juara harapan, tetapi kami melihat memang sudah ada bakat dan ketertarikan,” kata Rahman.
Kepala SDN Waluya 02 Kecamatan Cikarang Utara, Eber, mengapresiasi capaian Atha. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti pentingnya kedisiplinan serta dukungan keluarga dan sekolah dalam mengembangkan potensi siswa.
“Kalau ingin berprestasi, ya harus disiplin. Kalau ingin menjadi orang baik juga harus disiplin. Disiplin menjadi salah satu program sekolah dan kami terus menanamkan itu kepada anak-anak,” tegas Eber.
Pihak sekolah juga berencana menjadikan prestasi Atha sebagai motivasi bagi siswa lainnya. Capaian tersebut akan diperkenalkan di lingkungan sekolah agar semakin banyak siswa terdorong untuk mengembangkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai kompetisi.
“Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa atas prestasi Atha. Ke depan, Atha dan siswa kami yang berprestasi lainnya akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi,” pungkasnya. (RIZ)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














