BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT — Abu vulkanik akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau mulai terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi, termasuk Cikarang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak abu vulkanik bagi kesehatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan warga perlu memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api dan arah sebaran abu.
“Sebaran abu vulkanik sudah sampai ke Cikarang Pusat. Yang terpenting masyarakat tetap tenang tetapi waspada serta mengikuti informasi resmi,” kata Dodi, Minggu (06/09).
BACA: Stok Masker Aman, Kabupaten Bekasi Dipastikan Tak Ada ‘Panic Buying’
Dodi menjelaskan, abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi mata. Sebaran abu dalam jumlah banyak juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas warga.
BPBD meminta masyarakat yang berada di wilayah terdampak menggunakan masker N95, KN95, atau minimal masker tiga lapis. Warga juga disarankan memakai kacamata pelindung dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika konsentrasi abu meningkat.
Abu yang menempel pada kendaraan maupun lingkungan juga tidak dianjurkan dibersihkan dalam kondisi kering. Warga diminta membasahinya terlebih dahulu agar partikel abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.
“Abu yang menempel dibersihkan dengan cara yang aman, jangan sampai justru beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan,” ujarnya.
BPBD juga mengingatkan pengendara untuk berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu kinerja kendaraan. Perjalanan yang tidak mendesak sebaiknya ditunda apabila kondisi jalan dipenuhi abu.
Selain manusia, warga diminta melindungi tanaman dan hewan ternak dari paparan abu secara berlebihan.
Dodi menegaskan informasi mengenai aktivitas gunung api dan sebaran abu sebaiknya diperoleh dari sumber resmi, seperti BPBD, PVMBG, dan instansi terkait.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Pantau terus informasi resmi,” tegasnya.
Untuk informasi dan pengaduan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Bekasi melalui nomor 0812-1907-1900. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















