Dihantui Banjir Luapan Kali Cikarang, Warga Perumahan Villa Lestari Desak Pengembang Bangun Tanggul Permanen

Banjir di Perumahan Villa Lestari Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru. Warga bergotong royong evakuasi peralatan elektronik dari ancaman banjir yang terjadi pada Maret 2025.
Banjir di Perumahan Villa Lestari Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru. Warga bergotong royong evakuasi peralatan elektronik dari ancaman banjir yang terjadi pada Maret 2025.

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU — Warga Perumahan Villa Lestari, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi mendesak pembangunan tanggul permanen dan perbaikan sistem drainase menyusul banjir berulang yang merendam ratusan rumah sepanjang 2025.

Ketua Forum Komunikasi Warga Villa Lestari, Fardy Manoppo, mengatakan kawasan tersebut mengalami tiga kali banjir selama 2025 dengan ketinggian air mencapai sekitar 2 meter. Akibatnya, hampir 400 rumah terdampak dan kerugian warga terus bertambah.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2025 kami mengalami tiga kali banjir. Ketinggian banjir kurang lebih 2 meter dan yang terdampak hampir 400 rumah. Yang perlu diantisipasi adalah penyebab banjirnya,” kata Fardy usai audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Selasa (11/08).

Menurut dia, banjir diduga dipicu luapan Kali Cikarang yang masuk ke kawasan perumahan. Warga meminta tanggul tanah yang sudah dibuat pengembang direnovasi menjadi tanggul permanen serta saluran air diperkuat dengan u-ditch atau batu kali.

BACA: Komunitas Save Kali Cikarang Dorong Pemulihan Daerah Aliran Sungai

Selain tanggul, warga juga menuntut pembangunan water pond dan pompa pembuangan agar air hujan dari dalam perumahan tetap dapat dialirkan keluar saat debit sungai meningkat.

“Kalau kali sedang meluap lalu hujan turun bersamaan, air dari perumahan harus ditampung melalui water pond kemudian dipompa keluar,” ujarnya.

Fardy menegaskan dampak banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis keluarga, terutama anak-anak.

“Anak-anak sekarang mulai trauma. Baru hujan sekali saja mereka bertanya, ‘Ini mau banjir tidak?’ Kami tidak ingin keluarga kami terus hidup dalam ketakutan karena banjir,” katanya.

Warga berharap pembangunan tanggul permanen dan sistem pengendalian banjir dapat segera direalisasikan sebelum memasuki puncak musim hujan agar banjir tahunan yang selama ini menghantui perumahan Villa Lestari tidak kembali terulang.

Dalam audiensi yang difasilitasi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain pembangunan tanggul permanen, perbaikan drainase, relokasi rumah yang terdampak longsor, serta perbaikan jembatan yang rusak akibat longsor.

BACA: Tak Kunjung Ditangani, Rumah Amblas dan Jalan Retak di Villa Lestari Kian Parah

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, membenarkan adanya keluhan banjir dan longsor dari warga Perumahan Villa Lestari. Ia menyebut pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan antara warga, pengembang, dan pemerintah daerah.

“Sudah disepakati bersama ada pembangunan jalan, pembuatan drainase, pembangunan tanggul, dan water pond. Developer siap untuk membangun itu,” kata Nur Chaidir.

Ia menjelaskan, pengembang akan mulai membangun water pond pada pekan depan, dilanjutkan dengan pembangunan drainase, saluran pembuang, dan tanggul di sepanjang Kali Cikarang yang berbatasan dengan perumahan.

Terkait rumah yang terdampak longsor, Nur Chaidir mengatakan satu rumah akan direlokasi dan rumah-rumah yang mengalami keretakan akan diperbaiki oleh pengembang. “Iya jadi pihak developer nanti akan merelokasi rumah yang longsor, itu dipindahkan dan warga bersedia. Kemudian sisanya yang terkena dampak itu akan diperbaiki oleh developer,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, kata dia, berperan sebagai fasilitator dan koordinator antarinstansi untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai kebutuhan teknis. Dalam pertemuan tersebut turut hadir perwakilan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi, Dinas Penanaman  Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan Serang Baru, Pemerintah Desa Jayasampurna, serta unsur kepolisian. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait