Disperkimtan Kabupaten Bekasi Fasilitasi Pertemuan Warga dan Developer Perumahan Villa Lestari

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir saat memimpin pertemuan antara warga Perumahan Villa Lestari, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, dengan pihak pengembang untuk membahas persoalan banjir dan longsor yang terjadi di kawasan tersebut.
Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir saat memimpin pertemuan antara warga Perumahan Villa Lestari, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, dengan pihak pengembang untuk membahas persoalan banjir dan longsor yang terjadi di kawasan tersebut.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi mempertemukan warga Perumahan Villa Lestari, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, dengan pihak pengembang untuk membahas persoalan banjir dan longsor yang terjadi di kawasan tersebut.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penanganan, salah satunya pembangunan water pond yang akan mulai dikerjakan pihak developer pada pekan depan.

Bacaan Lainnya

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan, audiensi digelar untuk mencari solusi atas keluhan warga terkait banjir dan rumah yang terdampak longsor.

“Alhamdulillah pada forum ini sudah disepakati solusi-solusi bersama. Ada pembangunan jalan, pembuatan drainase, tanggul, water pond, dan developer siap untuk membangun itu,” kata Nur Chaidir, Selasa (11/08).

BACA: Warga Desak Developer Gerak Cepat Tangani Longsor di Perumahan Villa Lestari

Menurutnya, pembangunan water pond menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko banjir di lingkungan perumahan. Setelah itu, developer juga akan mengerjakan drainase, saluran pembuang, serta tanggul di Kali Cikarang yang berada di sekitar perumahan.

“Developer ini diawali di minggu depan akan membangun water pond untuk mengurangi banjir. Setelah itu akan dibuat juga drainase, saluran pembuang, dan tanggul di Kali Cikarang,” ujarnya.

Nur Chaidir menjelaskan, seluruh pekerjaan tersebut menjadi bagian dari kewajiban pengembang. Sementara itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi akan memberikan pendampingan teknis terkait pembangunan water pond dan tanggul.

“Dinas teknis yang akan memberikan advice terhadap normalisasi sungainya, water pond-nya seperti apa,” katanya.

Selain persoalan infrastruktur pengendali banjir, pemerintah dan developer juga menyepakati penanganan rumah warga yang terdampak longsor. Satu rumah akan direlokasi, sedangkan rumah lainnya yang mengalami kerusakan akan diperbaiki oleh pihak developer.

“Warga bersedia untuk direlokasi dan yang sisanya yang terkena dampak akan diperbaiki oleh developer,” jelas Nur Chaidir

Ketua Forum Komunikasi Warga Villa Lestari, Fardy Manoppo, mengatakan warga sebelumnya telah berulang kali menyampaikan persoalan banjir kepada pihak developer. Menurutnya, sepanjang 2025 kawasan tersebut mengalami tiga kali banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter.

“Korban hampir 400 rumah. Oleh karena itu penyebab banjir ini yang perlu diantisipasi,” kata Fardy.

Ia menyebut salah satu persoalan utama berasal dari luapan Kali Cikarang. Warga juga meminta tanggul yang sebelumnya dibangun developer diperbaiki agar lebih permanen. “Saluran yang sudah digali belum permanen, kami minta untuk dipasang u-ditch ataupun batu kali,” ujarnya.

Fardy mengatakan water pond dibutuhkan untuk menampung air hujan dari kawasan perumahan ketika Kali Cikarang sedang meluap. Air yang tertampung nantinya diharapkan dapat dikeluarkan menggunakan pompa.

Menurutnya, dampak banjir tidak hanya berupa kerusakan rumah dan harta benda, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serta trauma bagi warga, terutama anak-anak. “Ketinggiannya kurang lebih dua meter. Dampak yang paling bahaya ini nyawa. Kemudian sekarang dampak ke keluarga terutama anak-anak ini psikologis,” katanya.

Ia menegaskan warga akan mengawal pelaksanaan hasil kesepakatan yang difasilitasi Disperkimtan Kabupaten Bekasi tersebut. Notulen hasil audiensi akan menjadi acuan warga untuk memantau pekerjaan yang dilakukan developer. “Pasti kita akan kawal. Berdasarkan notulen yang ada ini tentu menjadi bahan buat warga untuk ikut mengawasi sama-sama proyek yang dilaksanakan oleh pihak developer,” ujarnya. (ADV)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait