BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi mematangkan persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) yang dijadwalkan mulai akhir Agustus 2026. Dari sekitar 270 kuota peserta didik yang disiapkan untuk Kabupaten Bekasi, jenjang SD masih kekurangan 33 siswa.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Nurlela, mengatakan proses penjemputan peserta didik dijadwalkan pada 30 Agustus 2026. Sementara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai pada 31 Agustus 2026.
“Rencana kita untuk penjemputan anak-anak tanggal 30 Agustus, kemudian pelaksanaan MPLS pada 31 Agustus,” kata Nurlela.
Menurutnya, secara umum fasilitas Sekolah Rakyat sudah dalam kondisi baik. Namun, masih terdapat sejumlah bagian yang perlu disempurnakan, terutama terkait ketersediaan dan instalasi air di area asrama peserta didik.
“Bangunannya alhamdulillah sudah bagus. Hanya memang masih ada beberapa yang belum rapi, terutama air di tempat-tempat asrama anak-anak,” ujarnya.
Dinas Sosial Kabupaten Bekasi akan kembali melakukan pengecekan fasilitas pada Kamis 27 Agustus 2026 besok untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar peserta didik tersedia sebelum proses penjemputan dan MPLS berlangsung.
“Kita cek kembali apakah semuanya sudah ready atau belum. Mau tidak mau, tanggal 30 dan 31 sudah harus mulai pelaksanaan, sehingga diharapkan sebelum tanggal tersebut semuanya sudah selesai,” jelasnya.
Kuota SD Masih Belum Terpenuhi
Nurlela menjelaskan, penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat dilakukan melalui mekanisme penjangkauan, bukan pendaftaran terbuka. Data calon peserta didik ditetapkan berdasarkan data dari pemerintah pusat, kemudian ditindaklanjuti melalui penjangkauan bersama pendamping pekerja sosial masyarakat, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan Dinas Sosial.
Untuk Kabupaten Bekasi, tersedia sekitar 270 kuota peserta didik, masing-masing 90 orang untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Namun, hingga saat ini peserta jenjang SD yang telah dipastikan mengikuti Sekolah Rakyat baru 57 orang. Artinya, masih terdapat 33 kuota yang belum terpenuhi.
“Untuk SD yang sudah dipastikan mengikuti baru 57 orang. Jadi memang masih ada kuota. Daftar tunggu juga sudah ada dan akan kita cek kembali saat penjemputan tanggal 30 Agustus,” ungkapnya.
Sementara kuota untuk jenjang SMP dan SMA disebut telah terpenuhi. Dinas Sosial juga akan memastikan seluruh peserta yang telah ditetapkan hadir dan mengikuti MPLS.
Selain peserta dari Kabupaten Bekasi, Sekolah Rakyat juga menampung peserta didik dari Kota Bekasi sebanyak 90 orang, terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 30 SMP, dan 30 SMA.
“Dari Kota Bekasi juga ada kuota sebanyak 90 orang, masing-masing 30 untuk SD, 30 SMP dan 30 SMA. Mereka akan bersekolah bersama dan mengikuti MPLS pada 31 Agustus,” katanya.
Nurlela menambahkan, terdapat pula peserta didik yang sebelumnya bersekolah di satuan pendidikan lain dan akan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Peserta tersebut akan menjalani proses perpindahan atau mutasi ke satuan pendidikan Sekolah Rakyat.
“Kita berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal sejak hari pertama. Kehadiran program ini diharapkan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dari keluarga yang membutuhkan,” pungkasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















