Khitananan Massal Warnai Hari Jadi Kabupaten Bekasi, 76 Anak Pulang Bawa Uang dan Perlengkapan Salat

Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar bakti sosial berupa khitanan atau sunatan massal gratis bagi 76 anak dari keluarga kurang mampu dari berbagai kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/08).
Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar bakti sosial berupa khitanan atau sunatan massal gratis bagi 76 anak dari keluarga kurang mampu dari berbagai kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/08).

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar bakti sosial berupa khitanan atau sunatan massal gratis bagi 76 anak dari keluarga kurang mampu di berbagai kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Poliklinik Pemda Kabupaten Bekasi, Sukamahi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/08).

Khitanan massal ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selain mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, para peserta juga menerima sejumlah bantuan untuk meringankan beban keluarga.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

“Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, kami dari Dinas Sosial melaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal sebanyak 76 anak yang berasal dari seluruh Kabupaten Bekasi. Kami mengutamakan masyarakat yang kurang mampu,” kata Alamsyah.

BACA: 41 Pasangan di Kabupaten Bekasi Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu

Selain layanan sunat, setiap peserta memperoleh bantuan berupa uang, pakaian, perlengkapan salat dan alat tulis. “Di samping sunatan, kami juga memberikan bantuan berupa uang, pakaian, alat salat dan alat-alat tulis. Ini merupakan hadiah bagi masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya anak-anak kita,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan lembaga. Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melalui Poliklinik Pemda menyediakan tenaga kesehatan, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Baznas Kabupaten Bekasi turut memberikan dukungan.

Alamsyah menjelaskan, proses pendataan peserta telah dilakukan sekitar satu bulan sebelum kegiatan. Dinas Sosial terlebih dahulu berkoordinasi dengan kecamatan, kemudian penjangkauan dilakukan melalui pekerja sosial masyarakat untuk mendata anak-anak yang membutuhkan dan berminat mengikuti sunatan massal.

Menurutnya, jumlah anak yang berminat sebenarnya lebih banyak dari kuota yang ditetapkan. Namun, peserta dibatasi menjadi 76 anak sebagai simbol Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi.

“Antusiasmenya sebenarnya lebih banyak, tetapi karena kami ingin jumlahnya sesuai dengan usia Hari Jadi Kabupaten Bekasi, maka ditetapkan 76 peserta,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan sosial serupa tidak hanya digelar ketika momentum hari jadi, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Aspirasi masyarakat agar sunatan massal kembali digelar di luar agenda peringatan hari jadi, kata Alamsyah, menjadi masukan bagi pemerintah daerah.

“Itu menjadi masukan buat kami dan Pemda. Mudah-mudahan pada event berikutnya bisa ada kegiatan-kegiatan sosial yang tidak hanya dilaksanakan saat hari ulang tahun. Tentunya ini tidak bisa kita lakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi,” pungkasnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait