BERITACIKARANG.COM, CIKARANG TIMUR – Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengakui penguatan struktur organisasi masih menjadi pekerjaan rumah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Secara nasional, pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) baru mencapai sekitar 30 persen.
Jokowi menyebut dari kebutuhan sekitar 83.000 DPRT di seluruh Indonesia, baru 24.900 yang telah terbentuk. Ia meminta jajaran PSI menuntaskan pembentukan struktur tersebut hingga mencapai 100 persen pada akhir tahun.
“Inilah pekerjaan besar kita sampai akhir tahun, ini harus menuju ke angka 100 persen. Karena kita ingin memiliki mesin besar, mesin yang cc-nya gede,” kata Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kabupaten Bekasi di Cikarang Timur, Minggu (27/09).
Menurut Jokowi, struktur PSI di tingkat DPW secara nasional telah mencapai 100 persen, sedangkan DPD mencapai 97 persen. Untuk tingkat DPC, sebanyak 6.199 dari target sekitar 7.200 DPC telah terbentuk atau mencapai 85 persen.
BACA: Kaesang Effect, PSI Kabupaten Bekasi ‘Kebanjiran’ Anggota Baru
Kondisi berbeda terlihat di Kabupaten Bekasi. Jokowi menyebut pembentukan DPC PSI di daerah tersebut telah mencapai 100 persen, sementara DPRT mencapai 92 persen.
“Saya harus berikan jempol pada Kabupaten Bekasi, karena sudah 92 persen. Tinggal kalau tinggal 7 persen itu seminggu dua minggu rampung. Jadi artinya apa? Nanti akhir tahun Kabupaten Bekasi sudah memiliki 100 persen DPRT,” ujarnya.
Jokowi mengatakan penyelesaian struktur organisasi harus dilanjutkan dengan menggerakkan kader di tengah masyarakat. Ia meminta kader PSI membangun komunikasi langsung dengan warga melalui pendekatan dari pintu ke pintu.
“Karena kita harus memenangkan hati rakyat. Ini tolong digarisbawahi, memenangkan hati rakyat. Caranya gimana? Ini kita orang politik semuanya. Ya dari pintu ke pintu. Datangi rakyat,” tegasnya.
Ia juga meminta kader memperkenalkan PSI secara langsung kepada masyarakat, termasuk identitas partai dan logo PSI yang disebutnya berbentuk gajah.
Jokowi menyampaikan hasil survei yang disebutnya menunjukkan pengetahuan masyarakat terhadap PSI belum merata. Ia menyebut sekitar 70 persen masyarakat telah mengetahui PSI, sedangkan pengenalan terhadap logo partai masih sekitar 20 persen berdasarkan survei yang disebut dilakukan dua pekan terakhir.
Karena itu, kader diminta aktif mendatangi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan tokoh budaya hingga komunitas olahraga, musik, sepeda dan motor.
“Datangi. Kenalkan. Ini tugas kita semuanya untuk mengenalkan agar masyarakat semuanya tahu bahwa ada partai yang namanya PSI, yang logonya gajah,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyinggung ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Ia meminta kader tetap bekerja tanpa mempersoalkan berapa pun angka ambang batas yang nantinya ditetapkan.
“Mau 5 persen oke, mau 6 persen oke, mau 7 persen oke, mau 8 persen oke! Kuncinya satu: kita semuanya kerja keras,” tegasnya.
Jokowi mengatakan dirinya akan ikut bekerja bersama kader PSI untuk memperbesar partai. Menurutnya, penyelesaian struktur organisasi harus diikuti dengan kerja nyata agar mesin partai benar-benar berjalan di tengah masyarakat.
“Strukturnya selesai, kemudian mesinnya bekerja. Mesinnya harus menjadi mesin partai, mesin yang hidup, mesin yang bekerja,” pungkasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















