BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Kabel-kabel semrawut yang menjuntai hingga mendekati badan jalan di sepanjang Jalur Pantura, Kabupaten Bekasi, membahayakan keselamatan pengendara. Bahkan, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan pernah terjatuh setelah tersangkut kabel yang menjuntai di tepi jalan.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pelaku usaha, terutama di sepanjang Jalan Fatahilah hingga Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat. Selain mengganggu pemandangan dan aktivitas usaha, kabel yang diduga merupakan jaringan telekomunikasi dan listrik itu berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Agus Suwara (50), salah seorang warga sekaligus pemilik usaha di Jalan Imam Bonjol, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sejak dirinya mulai menjalankan usaha di lokasi itu sekitar setahun lalu. Namun, hingga kini belum terlihat penanganan berarti.
BACA: Kesemrawutan Kabel di Kabupaten Bekasi, DPRD Dorong Perda Penataan Utilitas
“Setiap hari mungkin kita harus mendorong kabel itu agar bisa naik lagi. Kalau terus-terusan seperti ini kan mengganggu usaha,” kata Agus, Selasa (03/11).
Menurutnya, kabel yang semakin rendah tidak hanya mengganggu aktivitas usaha, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Pengendara sepeda motor dikhawatirkan tersangkut apabila melintas tanpa menyadari keberadaan utilitas tersebut.
Agus mengaku bersama warga sekitar sudah menyampaikan keluhan mengenai kondisi itu. Dia berharap pemerintah turun tangan dengan melibatkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan jaringan tersebut.
Keluhan serupa disampaikan Ilan (34), juru parkir di Kantor Pos Imam Bonjol, Cikarang Barat. Dia menyebut kabel menjuntai sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Bahkan, beberapa waktu lalu seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat tersangkut kabel.
“Kejadiannya sudah pernah ada pengendara motor yang jatuh karena tersangkut kabel,” ungkap Ilan.
Ilan mengaku pernah berinisiatif merapikan kabel-kabel tersebut karena khawatir membahayakan pengguna jalan. Namun, upayanya justru mendapat teguran dari petugas patroli kepolisian karena dicurigai hendak mencuri kabel.
“Waktu itu sempat disangka mau maling kabel sama yang lagi patroli. Padahal saya cuma mau benerin saja,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuat Ilan enggan kembali berinisiatif merapikan utilitas yang semrawut di jalur pantura. Dia khawatir niatnya membantu justru kembali menimbulkan persoalan.
Dia juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan serupa terulang, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan lebih gelap sehingga keberadaannya sulit terlihat oleh pengendara.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dan pemilik jaringan telekomunikasi maupun listrik segera memeriksa serta menata kabel-kabel tersebut sebelum kembali menimbulkan kecelakaan. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















