BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Putri Ramadhanty mengadakan kegiatan reses di Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan tersebut, Putri mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat setempat yang disampaikan langsung oleh warga.
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bekasi VII yang meliputi Kecamatan Cikarang Selatan, Cikarang Utara, dan Cikarang Timur, Putri mengungkapkan bahwa sebagian besar aspirasi warga masih berkutat pada permasalahan infrastruktur, khususnya terkait jalan rusak.
“Persoalan infrastruktur masih mendominasi, terutama terkait kondisi jalan-jalan yang rusak. Tadi juga ada yang melaporkan jalanan rusak dekat dengan lingkungan saya, tetapi alhamdulillah titik itu sudah masuk menjadi salah satu pokok pikiran saya. Semoga tervalidasi di tahun ini,” ujar Putri, Rabu (29/04).
BACA: Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Bupati Bekasi Putar Otak Gali Potensi Pendapatan
Ia juga menyoroti adanya perbedaan kondisi anggaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski reses bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat, Putri menegaskan bahwa kebutuhan warga harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia di tengah efesiensi.
“Kami di DPRD terus berupaya mencari solusi agar perencanaan pembangunan tetap berjalan meski anggaran terbatas. Mudah-mudahan ke depan kondisi anggaran bisa kembali normal sehingga aspirasi masyarakat, khususnya terkait perbaikan jalan, dapat diakomodasi dengan lebih baik,” tambahnya.
Selain masalah infrastruktur, warga turut menyampaikan keluhan terkait maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terutama di wilayah permukiman padat seperti kos-kosan. Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik turut dianggap menjadi faktor yang mempengaruhi potensi tindak kriminal.
“PJU juga salah satu faktor, karena kondisi gelap bisa memicu kejadian kriminal. Ini menjadi perhatian bersama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Putri menyampaikan apresiasi atas pemahaman masyarakat terhadap kondisi yang ada saat ini. Menurutnya, masyarakat telah menunjukkan pengertian yang tinggi terhadap keterbatasan anggaran daerah akibat situasi yang sedang berlangsung di Kabupaten Bekasi.
“Alhamdulillah mereka mengerti karena mereka juga tahu dari informasi dan berita-berita yang sedang terjadi di Kabupaten Bekasi ini. Pasti sangat mempengaruhi. Tapi tetap saya berusaha mengoptimalisasikan. Yang jelas, mereka kita ajak diskusi. Itu salah satu upaya kami untuk terus menjalin komunikasi dengan masyarakat,” pungkasnya. (DIM)
















