DPRD Desak DLH Selidiki Penyebab Ribuan Ikan Sapu-sapu Mati di Kali Sadang

Bangkai ikan sapu-sapu di aliran Kali Sadang, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi
Bangkai ikan sapu-sapu di aliran Kali Sadang, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Fenomena kematian massal ikan sapu-sapu di aliran Kali Sadang, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Bekasi. Tumpukan bangkai ikan yang mengapung di permukaan sungai tidak hanya menciptakan pemandangan yang mengganggu, tetapi juga menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan oleh warga sekitar.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saiful Islam, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa ini. Sebab, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang memiliki daya tahan hidup tinggi dan mampu bertahan di kondisi perairan yang tercemar ringan hingga sedang.  Oleh karena itu, kematian massal spesies ini mengindikasikan adanya perubahan lingkungan yang signifikan di Kali Sadang.

Bacaan Lainnya

“Ikan sapu-sapu adalah salah satu spesies yang paling tangguh dan mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Jika mereka bisa mati secara massal, ini menunjukkan bahwa ada masalah serius di lingkungan perairan kita,” ujar Saiful Islam, Selasa (09/06).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menunda-nunda investigasi mengingat kejadian serupa telah berulang di titik perairan yang sama, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan lingkungan.

“Dalam setiap RDP (rapat dengar pendapat) mereka selalu beralasan adanya keterbatasan sumber daya di bidang pengawasan (PPLH). Tetapi karena kejadian ini bukan pertama kali alias terus-menerus berulang, maka kami rasa tidak ada alasan bagi DLH untuk lamban dalam bertindak,” tegasnya.

BACA: Warga Cibitung Minta Presiden Jokowi Turun Tangan Benahi Pencemaran di Kali Sadang

Sementara itu Kepala Bidang Penataan dan Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jaenal Aca, saat dikonfrimasi belum memberikan keterangan terkait fenomena banyaknya ikan sapu-sapu yang mati di aliran Kali Sadang.

Sebelumnya, ribuan bangkai ikan sapu-sapu ditemukan mengapung di aliran Kali Sadang, Kelurahan Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga setempat pada Jumat, 5 Juni 2026 kemarin.

Ajat Sudrajat (55), salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Namun, kali ini fenomena tersebut kembali terulang dengan jumlah ikan mati yang tak kalah banyak.

“Awalnya saya dapat laporan dari warga yang mancing, katanya banyak ikan sapu-sapu yang mati. Setelah saya telusuri ternyata memang benar, kejadian lagi di Kali Sadang,” ujar Ajat saat ditemui di lokasi, Sabtu (06/06).

Hingga kini, penyebab kematian massal ikan sapu-sapu tersebut belum diketahui. Namun yang jelas, ikan sapu-sapu dikenal sangat kuat dan tahan banting, sehingga jika mereka mati, biasanya disebabkan oleh pencemaran air ekstrem.

“Untuk penyebabnya kita sendiri juga belum tahu, apakah karena ada perubahan suhu atau pH air, pencemaran, atau penyebab lainnya. Butuh uji lab untuk mengetahuinya,” tambah Ajat.

Selain bangkai ikan sapu-sapu, warga juga menemukan bangkai ikan jenis lain seperti mujair, lele, hingga tawes di aliran kali yang airnya mengalir dari salah satu danau di Kawasan Industri MM2100 menuju Kali CBL tersebut.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menyelidiki penyebab kematian ikan-ikan tersebut dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.

“Karena kejadian seperti ini bukan kali pertama, sudah pernah terjadi juga sebelum-sebelumnya sehingga memang butuh penanganan segera,” kata dia. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait