BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia. Sedikitnya terdapat 12 kawasan industri yang tersebar di delapan kecamatan dan menjadi tujuan investasi berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.
Secara teori, besarnya aktivitas industri seharusnya menjadi penggerak pembangunan daerah. Kehadiran kawasan industri diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan UMKM, memperbaiki infrastruktur, hingga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, di balik status tersebut, masih muncul pertanyaan dari masyarakat: apakah manfaat keberadaan kawasan industri benar-benar sudah dirasakan?
Hasil polling yang dilakukan Berita Cikarang belum lama ini menunjukkan adanya kesenjangan antara besarnya potensi industri dengan persepsi masyarakat terhadap manfaat yang diterima. Dari 22 responden, sebanyak 86 persen menyatakan keberadaan kawasan industri belum memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Sementara 14 persen menjawab sudah, dan tidak ada responden yang memilih tidak tahu.
BACA: DPRD Kabupaten Bekasi Dorong Optimalisasi CSR untuk Pembangunan Daerah
Ketua Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, menilai hasil polling tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan industri belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Dominasi jawaban ‘belum’ menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri dengan persepsi masyarakat terhadap manfaat yang mereka rasakan,” ujarnya.
Menurut Aboy, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi munculnya persepsi tersebut.
Salah satunya adalah kesempatan kerja yang dinilai belum dapat diakses secara merata oleh warga lokal. Banyak masyarakat masih menganggap proses rekrutmen di kawasan industri mensyaratkan kompetensi, pengalaman, maupun kualifikasi tertentu yang tidak semua pencari kerja mampu memenuhinya.
Selain itu, perkembangan kawasan industri juga dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukung. Di sejumlah wilayah, persoalan jalan rusak, kemacetan, banjir, hingga sistem drainase yang belum memadai masih menjadi keluhan masyarakat.
Di sisi ekonomi, aktivitas industri yang terus bertumbuh juga belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha mikro maupun sektor informal di sekitar kawasan industri. Masyarakat masih berharap geliat investasi dapat menciptakan efek berganda yang lebih luas terhadap perekonomian lokal.
Tidak hanya itu, pertumbuhan industri juga menghadirkan berbagai tantangan sosial dan lingkungan, mulai dari potensi pencemaran, berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya kepadatan penduduk, hingga bertambahnya beban terhadap fasilitas publik.
BACA: Kali Cibalok Dipenuhi Busa, Aromanya Menyengat
Meski demikian, hasil polling juga menunjukkan bahwa sebagian masyarakat telah merasakan dampak positif keberadaan kawasan industri. Sebanyak 14 persen responden mengaku memperoleh manfaat berupa kesempatan kerja, meningkatnya peluang usaha, berkembangnya sektor perdagangan, serta naiknya nilai ekonomi di wilayah tertentu.
Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi menunjukkan dari ribuan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi, jumlah perusahaan dan nonperusahaan yang melaporkan penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) pada 2025 mencapai 129 mitra, meningkat dibandingkan 114 mitra pada 2024.
Peningkatan jumlah mitra CSR tersebut menunjukkan adanya tren positif keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan daerah. Namun, hasil polling mengindikasikan bahwa masyarakat masih berharap kontribusi tersebut dapat dirasakan lebih luas dan merata.
Hasil polling ini menunjukkan bahwa keberhasilan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri belum sepenuhnya diikuti oleh persepsi positif masyarakat terhadap manfaat yang diterima secara langsung. Meski investasi dan aktivitas industri terus bertumbuh, publik tampaknya masih berharap agar manfaat tersebut lebih merata, baik dalam bentuk kesempatan kerja bagi warga lokal, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan, maupun pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. (RIZ)
Disclaimer: Hasil polling ini merupakan gambaran persepsi dari 22 responden di akun Instagram @BeritaCikarang dan tidak dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













