BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Warga Perumahan Green Permata Residence (GPR), Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, waswas dengan kondisi sejumlah titik jalan di lingkungan permukiman yang mengalami ambles.
Kerusakan tersebut diduga dipicu gerusan air yang menyebabkan badan jalan hingga gorong-gorong ambles. Untuk mencegah kecelakaan, warga sementara menutup akses di lokasi menggunakan steger sehingga tidak dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tak hanya badan jalan, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi juga terdampak. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah dan memicu amblesan susulan apabila tak kunjung ditangani.
Ketua RW 15 Perumahan GPR, Dadan Rusmandi, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung hampir empat bulan. Menurutnya, kerusakan diduga berkaitan dengan aliran air dari waterpond menuju Kali Kongsi sepanjang kurang lebih 500 meter.
“Karena memang dari mulai waterpond hingga Kali Kongsi itu tidak memiliki turap sehingga berisiko longsor dan erosi saat aliran kali deras. Jadi struktur tanah di pinggiran kali iti tidak tertahan secara permanen,” kata Dadan.
BACA: Indomaret di Serang Baru Terbakar, Enam Unit Mobil Damkar Dikerahkan
Warga, kata dia, telah menyampaikan keluhan kepada pengembang Perumahan GPR, PT Bumi Bangun Persada. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut atas permohonan tersebut.
“Kita sudah bersurat, tetapi memang sampai saat ini belum ada tindak lanjut apa pun dari pihak pengembang,” ujarnya.
Warga meminta pengembang segera melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya memasang turap di sepanjang aliran Kali Kongsi yang berbatasan langsung dengan permukiman.
Selain itu, warga meminta dilakukan normalisasi waterpond yang dinilai telah mengalami pendangkalan serta pemasangan pagar pengaman di area tebing sungai.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terlebih kawasan RW 15 banyak dihuni keluarga dengan anak-anak.
Sementara itu, Ketua RT 42, Alfin, mengatakan warga berinisiatif menutup sementara akses jalan yang mengalami kerusakan menggunakan steger.
“Tujuannya adalah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta memperparah kondisi saat ini sambil menunggu upaya perbaikan dari pihak developer,” ungkapnya.
Warga berharap pengembang segera melakukan penanganan sebelum kerusakan meluas dan mengancam keselamatan warga maupun bangunan di sekitar lokasi.
Jika tidak ada tindak lanjut, warga berencana mengadukan persoalan tersebut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan penanganan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















