Bukan Asal Sedot! Air Telaga Hejo Serang Baru Diuji Dulu Sebelum Dibagikan ke Warga

Air dari kawasan bekas galian pasir yang dikenal warga sebagai Telaga Hejo di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, tidak langsung disalurkan kepada masyarakat. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap air baku tersebut untuk memastikan kelayakannya sebelum diproses menjadi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Air dari kawasan bekas galian pasir yang dikenal warga sebagai Telaga Hejo di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, tidak langsung disalurkan kepada masyarakat. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap air baku tersebut untuk memastikan kelayakannya sebelum diproses menjadi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU — Air dari kawasan bekas galian pasir yang dikenal warga sebagai Telaga Hejo di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, tidak langsung disalurkan kepada masyarakat.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap air baku tersebut untuk memastikan kelayakannya sebelum diproses menjadi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

Bacaan Lainnya

Tim WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) PMI Kabupaten Bekasi, Haris Kusdinar, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah indikator kualitas air, mulai dari tingkat kekeruhan, bau, rasa hingga kandungan bakteri.

“Memang kami sudah melakukan uji kelayakan sebelum diolah. Uji kelayakan air, kualitas air, kekeruhan, bau, rasa dan segala macam, termasuk bakteri yang ada di danau ini,” kata Haris di lokasi pengolahan air, Jumat (04/09).

Hasil pemeriksaan, kata dia, menunjukkan air dari danau bekas galian pasir tersebut memungkinkan untuk diolah dan diproduksi menjadi air bersih.

BACA: Bekas Galian Pasir di Serang Baru Jadi Sumber Air Bersih di Tengah Kekeringan

Air Baru Diproses Setelah Lolos Uji

Setelah melalui pemeriksaan awal, air kemudian diproses menggunakan Water Treatment Plant (WTP) yang merupakan bantuan Pusat Air dan Sanitasi PMI Pusat di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

PMI menyiapkan tiga unit mesin filter di lokasi. Dua unit yang digunakan saat ini terdiri dari mesin Veolia dan LMS, sementara satu unit lainnya merupakan perangkat Veolia yang diperuntukkan bagi pengolahan air siap minum dan belum digunakan untuk produksi.

Instalasi pengolahan tersebut memiliki kapasitas debit hingga 4.000 liter per jam.

Hasil pengolahan menunjukkan sejumlah parameter, yakni pH 7,6, kandungan klorin 0,3 dan tingkat kekeruhan 0,5.

Meski hasil pengolahan secara teknis telah menunjukkan kualitas yang baik, PMI memilih mendistribusikannya kepada masyarakat dalam kategori air bersih.

“Sebetulnya pengolahan air ini sudah dikondisikan untuk siap minum, tapi kita gunakan ke masyarakat lebih baiknya, lebih amannya air bersih saja,” ujar Haris.

Produksi Capai 100 Ribu Liter per Hari

Dari fasilitas tersebut, PMI mampu memproduksi sekitar 80.000 liter air bersih dalam sehari. Jumlah itu dapat meningkat hingga lebih dari 100.000 liter apabila ketersediaan armada truk tangki untuk distribusi mencukupi.

Air bersih kemudian disalurkan kepada warga berdasarkan permintaan yang masuk, baik melalui telepon maupun surat, serta hasil asesmen PMI dan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bekasi.

PMI memastikan bantuan air bersih tersebut tidak dipungut biaya.

“Semua air bersih yang kami dorong ke masyarakat itu benar-benar murni gratis,” tegas Haris.

Posko WASH PMI di Telaga Hejo Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi tersebut direncanakan beroperasi selama satu bulan pada tahap pertama Tanggap Darurat Bencana (TDB).

Operasional dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kekeringan di lapangan serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan PMI Pusat. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait