Bikin Anak Tak Bosan Membaca, Perpustakaan SDN Wanasari 01 Gunakan Metode Mendongeng

– SDN Wanasari 01, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menggunakan metode mendongeng dengan properti pendukung untuk meningkatkan minat baca sekaligus membuat kegiatan belajar di perpustakaan lebih menyenangkan.
– SDN Wanasari 01, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menggunakan metode mendongeng dengan properti pendukung untuk meningkatkan minat baca sekaligus membuat kegiatan belajar di perpustakaan lebih menyenangkan.

BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – SDN Wanasari 01, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menggunakan metode mendongeng dengan properti pendukung untuk meningkatkan minat baca sekaligus membuat kegiatan belajar di perpustakaan lebih menyenangkan.

Kepala SDN Wanasari 01, Sulistyowati, mengatakan metode tersebut membuat siswa tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi ikut terlibat dalam proses pembelajaran.

Bacaan Lainnya

“Anak-anak belajar tetapi sambil berbahagia. Suasananya tidak kaku, sehingga selain motivasi membaca, keberanian anak untuk tampil di depan juga tumbuh,” kata Sulistyowati, Senin (28/09).

Dalam kegiatan monitoring perpustakaan, guru memperagakan dongeng Burung Gagak yang Cerdas menggunakan properti. Pendekatan serupa juga mendorong siswa tampil membaca di depan teman-temannya.

BACA: Kontainer Disulap Jadi Taman Baca di Pesisir Kabupaten Bekasi

Salah satunya Siva yang membacakan buku untuk adik kelas. Sementara siswa kelas 6 mulai memanfaatkan e-book dan mampu menjelaskan unsur intrinsik cerita yang dibacanya.

Sulistyowati mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan kebutuhan bacaan siswa semakin beragam, terutama bagi siswa kelas tinggi yang mulai memasuki masa remaja.

“Buku-buku yang ada di perpustakaan kami ternyata belum mengakomodasi tingkat keinginan, minat dan keingintahuan siswa. Mereka ingin membaca buku tentang remaja, masa depan dan kehidupan yang mendekati masa dewasa,” ujarnya.

Karena itu, sekolah berencana menambah koleksi buku yang sesuai dengan perkembangan siswa, termasuk bacaan mengenai fase pubertas. Pengadaan koleksi tersebut akan dikoordinasikan bersama guru, orang tua, dan masyarakat.

Sulistyowati berharap pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan penambahan koleksi bacaan dapat mendukung peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

“Harapan yang paling krusial adalah rapor pendidikan kami di bidang literasi dan numerasi yang awalnya merah, kemudian sekarang sudah beranjak menjadi kuning, terus naik dan insyaallah spektrumnya menjadi hijau,” pungkasnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait