BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah diselidiki Kejaksaan Agung (Kejagung).
Nama Sumarni sebelumnya ikut terseret dalam unggahan viral di media sosial yang memuat daftar sejumlah tokoh yang disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Daftar itu mencantumkan berbagai nama, mulai dari politisi, pejabat pemerintahan, hingga aparat penegak hukum.
Menanggapi tudingan tersebut, Sumarni menegaskan dirinya tidak memiliki kaitan apa pun dengan dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
BACA: Sehari Usai Dicopot Prabowo, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Langsung Ditahan Kejagung
Menurutnya, komunikasi yang pernah dilakukan dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, semata-mata berkaitan dengan upaya mendorong pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.
“Itu tidak benar (hoaks). Saya tidak pernah terlibat korupsi di BGN. Waktu itu saya hanya diminta bantuan agar Pondok Pesantren Buntet bisa mendapatkan fasilitas SPPG,” ujar Sumarni, Kamis (11/06).
Ia menjelaskan, pembicaraan dengan Sony Sonjaya hanya sebatas usulan pendirian SPPG dan tidak pernah menyentuh urusan proyek maupun keuangan.
“Saya hanya berdiskusi dan meminta bantuan terkait SPPG karena banyak pihak yang merasa hanya diberi harapan (PHP). Tidak ada transaksi apa pun. Saya tidak menerima bayaran, tidak mengeluarkan uang, dan tidak memperoleh keuntungan dari proses tersebut,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sumarni untuk merespons berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial terkait daftar nama yang disebut-sebut teelibat dalam perkara korupsi MBG. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















