BERITACIKARANG.COM, TAMBUN UTARA – Sejumlah orang tua calon siswa memprotes hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri (SMPN) 6 Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/07). Mereka mengaku kecewa karena banyak anak yang tinggal di sekitar sekolah justru tidak diterima, termasuk melalui jalur domisili.
Dalam aksi itu, massa sempat menggembok pintu gerbang sekolah. Akibatnya, sejumlah siswa baru yang hendak mengikuti hari pertama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak dapat langsung memasuki area sekolah dan tertahan di depan gerbang.
Salah seorang orang tua menyatakan protes dilakukan untuk meminta penjelasan terkait hasil seleksi yang dinilai tidak berpihak kepada warga sekitar sekolah.
“Kami hanya ingin kejelasan. Mengapa banyak anak yang rumahnya dekat dengan sekolah justru tidak diterima?” ujar salah seorang peserta aksi.
BACA: Lulusan Capai 63 Ribu, Daya Tampung SMP Negeri di Kabupaten Bekasi Hanya 32 Ribu-an
Menanggapi protes tersebut, Panitia SPMB SMPN 6 Tambun Utara, Tri Rumyati, menegaskan pihak sekolah hanya menjalankan sistem penerimaan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.
“Kami dari pihak sekolah hanya menjalankan sistem. Sistem itu bukan kami yang membuat, tetapi dari dinas. Kalau ingin mempertanyakan kebijakan, silakan datang ke sana,” kata Tri.
“Kita juga maunya semua diterima tapi sarana prasarana nggak ada, yang udah masuk aja gak ada bangku sekolah apalagi kalau ditambah lagi,” imbuhnya.
Situasi berangsur kondusif setelah gembok gerbang dibuka sehingga para siswa baru dapat memasuki area sekolah untuk mengikuti kegiatan MPLS. Selanjutnya, perwakilan orang tua yang melakukan aksi diterima pihak sekolah untuk bernegosiasi.
Dalam pertemuan tersebut, mereka berharap pihak sekolah dapat memberikan solusi agar anak-anak mereka tetap bisa diterima sebagai peserta didik baru. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















