BERITACIKARANG.COM, CIKARANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Bekasi kian meluas. Hingga Minggu 12 Juli 2026, jumlah titik distribusi bantuan air bersih yang sebelumnya mencapai 11 titik kini bertambah menjadi 20 titik yang tersebar di enam desa pada tiga kecamatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan peningkatan jumlah titik distribusi dilakukan sebagai respons atas bertambahnya wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan hasil asesmen serta permohonan dari pemerintah desa agar masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat segera terlayani,” ujar Dodi.
BACA: Ancaman Krisis Air Bersih Mengintai, Warga Kabupaten Bekasi Diminta Siapkan Tempat Penampungan Air
Sebanyak 20 titik distribusi tersebut berada di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah; Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru; serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD Kabupaten Bekasi juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan dampak kekeringan serta memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD agar dapat segera dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan.
“Kami memastikan personel, armada, dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” kata Dodi. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















