Kemarau Baru Seumur Jagung, 11 Titik di Kabupaten Bekasi Sudah Krisis Air Bersih

BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih untuk warga di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih untuk warga di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

BERITACIKARANG.COM, CIBARUSAH – Musim kemarau di Kabupaten Bekasi baru berlangsung dalam hitungan pekan. Namun, dampaknya sudah mulai dirasakan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 11 titik di dua kecamatan mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

Lokasi terdampak tersebar di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, sebanyak empat titik dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, sebanyak tujuh titik.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan kekeringan dipicu oleh musim kemarau yang menyebabkan sumber-sumber air mengering. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak tersedianya sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan warga serta belum meratanya jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke seluruh permukiman.

“Di beberapa wilayah, warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air yang biasa digunakan sudah tidak mencukupi. Selain itu, tidak semua rumah telah terlayani jaringan PDAM,” ujar Dodi.

BACA: Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Kekeringan dan Kebakaran saat Kemarau di Kabupaten Bekasi

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Kabupaten Bekasi terus mendistribusikan bantuan menggunakan mobil tangki. Penyaluran dilakukan hampir setiap hari dengan volume yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan di lapangan, berkisar antara 5.000 hingga 10.000 liter per hari.

Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan aparat desa dan pemerintah kecamatan agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.

Sejak 9 Juni hingga 4 Juli 2026, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan sekitar 220.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Bantuan tersebut turut diperkuat oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang menyalurkan 25.000 liter air bersih, sehingga total bantuan yang telah didistribusikan mencapai 245.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar tidak ragu melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa maupun kecamatan setempat. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti.

“Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan setempat agar dapat diteruskan kepada BPBD,” kata Muchlis. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait