Ngaku Disekap dan Dianiaya Kekasih Selama Sepekan, Perempuan di Cikarang Lapor Polisi Usai Kabur Lewat Jendela

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Seorang perempuan berinisial TS (25), warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya, SL (28), ke Polres Metro Bekasi. Polisi saat ini masih menyelidiki laporan tersebut.

Berdasarkan keterangan korban, dugaan tindak pidana itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. TS mengaku mengalami kekerasan fisik selama sekitar sepekan setelah terlibat pertengkaran dengan terlapor.

Bacaan Lainnya

“Dia memukul menggunakan tangan dan kaki. Hampir setiap hari saya dipukul untuk meluapkan emosinya,” kata TS saat dikonfirmasi.

Korban mengaku mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh. Selain itu, ia menyatakan tidak diizinkan keluar dari rumah kontrakan selama kurang lebih satu pekan.

BACA: Berkenalan di Facebook, Karyawati disekap dan diperas di Cikarang Timur

TS mengaku berhasil melarikan diri pada malam hari ketika terlapor sedang pergi. Menurutnya, pintu kontrakan saat itu dalam keadaan terkunci menggunakan gembok dari luar sehingga ia memilih keluar melalui jendela.

“Seminggu saya disekap dan dikunci oleh pelaku. Saya akhirnya berhasil kabur saat malam hari ketika pelaku sedang pergi. Saya keluar melalui jendela karena pintu dikunci menggunakan gembok dari luar,” ujarnya.

Korban mengatakan dirinya telah menjalin hubungan dengan SL selama lebih dari satu tahun setelah berkenalan melalui media sosial. Terlapor diketahui merupakan pria asal Provinsi Sumatera Utara.

Merasa menjadi korban tindak pidana, TS kemudian melaporkan dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut ke Polres Metro Bekasi untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, anggota keluarga korban, Riska, mengatakan komunikasi dengan TS sempat terputus selama beberapa waktu terakhir sehingga keluarga tidak mengetahui keberadaannya.

Riska mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima pesan WhatsApp dari korban yang mengabarkan telah menjadi korban kekerasan.

“Saya dapat komunikasi dari dia. Dia bilang habis dipukuli, lalu langsung mengirim foto dan video yang memperlihatkan kondisi wajahnya yang mengalami luka akibat dipukul,” ujar Riska.

Menurut Riska, pada awal hubungan korban dengan terlapor tidak pernah terdengar adanya persoalan serius. Namun, dalam beberapa bulan terakhir korban mulai mengeluhkan sering mendapat perlakuan kasar dari kekasihnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Metro Bekasi masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait status terlapor maupun hasil penyelidikan. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait