BERITACIKARANG.COM, CIKARANG – Penetapan Ujungan Bekasi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia menjadi titik awal bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperkuat pelestarian sekaligus mengembangkan potensi budaya tersebut sebagai daya tarik wisata daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah lanjutan agar pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda tidak berhenti sebatas status administratif.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah menyusun rencana aksi perlindungan melalui penguatan kapasitas sanggar seni, pendokumentasian secara digital, hingga penyediaan ruang pertunjukan yang lebih representatif bagi para pelaku seni.
“Pasca ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, kami akan menyusun langkah-langkah perlindungan agar Ujungan terus berkembang dan tetap lestari di tengah masyarakat,” kata Iman Nugraha, Rabu (08/07).
Di sektor pendidikan, Pemkab Bekasi juga berupaya mengenalkan Ujungan Bekasi kepada generasi muda melalui muatan lokal di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, hingga workshop bersama para maestro seni.
Menurut Iman, langkah tersebut penting untuk memastikan proses transfer pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan sehingga tradisi Ujungan Bekasi tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Di sektor pendidikan, pemerintah juga mendorong agar Ujungan diperkenalkan kepada generasi muda melalui muatan lokal, kegiatan ekstrakurikuler, serta workshop bersama para maestro. Langkah ini dinilai penting agar transfer pengetahuan berlangsung secara berkesinambungan,” ujarnya.
BACA: Ujungan Bekasi Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Tak hanya berfokus pada pelestarian, Pemkab Bekasi juga menargetkan Ujungan menjadi salah satu ikon wisata budaya daerah. Tradisi tersebut direncanakan masuk dalam agenda rutin pariwisata melalui festival budaya maupun berbagai pertunjukan di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Dengan strategi tersebut, Ujungan Bekasi diharapkan tidak hanya tetap terjaga sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bekasi.
Iman menegaskan keberhasilan pelestarian budaya tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor utama agar tradisi tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Masyarakat harus bangga terhadap budayanya sendiri. Menonton pertunjukan, mendukung sanggar, mempromosikan melalui media sosial, hingga mengenalkan kepada anak-anak merupakan bagian dari upaya menjaga agar Ujungan tetap hidup,” katanya.
Ia juga mengungkapkan Kabupaten Bekasi masih memiliki banyak kekayaan budaya yang berpotensi diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Potensi tersebut mencakup tradisi kuliner, arsitektur tradisional, hingga berbagai kesenian rakyat yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Iman berharap pengakuan terhadap Ujungan Bekasi menjadi momentum untuk semakin memperkuat pelestarian budaya lokal di Kabupaten Bekasi.
“Harapan kami, seni Ujungan Bekasi tetap menjadi napas budaya Kabupaten Bekasi di tengah modernisasi yang berkembang sangat cepat. Budaya harus mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya, sehingga generasi mendatang tetap mengenal akar budayanya sendiri,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















