Janji Perbaikan Mulai Juli Belum Terwujud, Plt Bupati Minta Warga Bersabar

Salah seorang pengendara melintas di Jalan Raya CBL yang terletak di Kampung Sasak Bakar, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ruas jalan ini mengalami kerusakan parah sejak tahun lalu akibat tanah amblas. Agar memungkinkan dilalui kendaraan secara bersamaan dari dua arah, jalan tersebut ditutup sementara menggunakan plat besi.
Salah seorang pengendara melintas di Jalan Raya CBL yang terletak di Kampung Sasak Bakar, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ruas jalan ini mengalami kerusakan parah sejak tahun lalu akibat tanah amblas. Agar memungkinkan dilalui kendaraan secara bersamaan dari dua arah, jalan tersebut ditutup sementara menggunakan plat besi.

BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Memasuki awal Juli 2026, warga Kabupaten Bekasi di sejumlah wilayah masih harus melintasi jalan rusak yang belum juga diperbaiki, termasuk di Jalan Raya CBL. Padahal sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan pembangunan infrastruktur mulai dipercepat pada bulan ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meminta masyarakat bersabar karena proses perbaikan jalan masih menunggu penyesuaian anggaran akibat kenaikan harga material bangunan.

Bacaan Lainnya

“Dan saya mohon kepada seluruh masyarakat agar bersabar sedikit. Insyaallah dalam waktu dekat jalan-jalan yang memang berlubang, jalan-jalan yang memang jelek akan kita perbaiki,” kata Asep Surya Atmaja, Rabu (08/07).

BACA: Pembangunan Terancam Mandek, DPRD Kabupaten Bekasi Dorong Penyesuaian AHSP

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyesuaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) karena harga sejumlah material konstruksi mengalami kenaikan, mulai dari semen, besi hingga pasir. Penyesuaian tersebut dinilai perlu dilakukan sebelum pekerjaan fisik dapat dimulai.

“Karena saat ini kita lagi penyesuaian harga. Harga semen, harga besi, harga pasir semuanya naik. Ada penyesuaian dulu, setelah itu baru akan kita bangun jalan-jalan yang berlubang,” ujarnya.

Alasan tersebut berbeda dengan pernyataan Asep beberapa waktu lalu yang menegaskan agar pembangunan tidak lagi tertunda dan mulai berjalan pada Juli 2026. Saat itu ia meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan penyesuaian anggaran apabila nilai RAB sudah tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan imbas kenaikan harga BBM. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait