BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Lubang besar yang muncul di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi diduga dipicu kerusakan atau amblesnya saluran irigasi (gorong-gorong) yang berada di bawah ruas Jalan tersebut.
Kondisi konstruksi irigasi yang sudah cukup tua disebut menjadi salah satu faktor penyebab.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo menyebut, jalur irigasi di bawah badan jalan seharusnya turut diperiksa secara menyeluruh oleh pemerintah sebelum proyek pembangunan maupun perbaikan jalan dilakukan.
Hal itu penting untuk memastikan kondisi struktur penunjang masih layak dan aman digunakan.
“Jadi memang harus dicek secara menyeluruh jalur irigasi tersebut, apakah masih layak atau memang harus diperbaiki. Kemungkinan hal itu luput dari perencanaan maupun mitigasi sebelum pelaksanaan pembangunan Jalan Inspeksi Kalimalang,” katanya, Rabu (13/05).
Atas kejadian tersebut, Ombi memberikan catatan serta meminta Dinas SDABMBK segera melakukan perbaikan menyeluruh agar kerusakan tidak semakin meluas. “Jangan sampai setelah diperbaiki justru terjadi amblas kembali di titik lain yang memiliki jalur irigasi serupa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi untuk memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara guna menghindari kemacetan maupun potensi kecelakaan di lokasi.
BACA: Waduh, Lubang di Flyover Tegal Gede Dibiarkan Menganga
Sebelumnya, Sejumlah pengguna jalan dibuat resah dengan munculnya lubang besar di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Lubang dengan diameter sekitar 1,5 meter dan kedalaman mencapai satu meter ini berada tepat di tengah jalur yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Minimnya penerangan jalan di lokasi tersebut semakin memperburuk situasi, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Kondisi tersebut memaksa pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas untuk menghindari kecelakaan.
Darmuli (49), salah seorang pengendara motor yang sering melintasi jalan tersebut, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak dua hari terakhir.
Kondisi lubang semakin parah setelah dilalui oleh kendaraan bertonase berat.
“Ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani. Terutama bagi pengendara sepeda motor, karena kondisinya cukup membahayakan,” ujar Darmuli, Selasa (12/05).
Ia juga menambahkan bahwa bagian cor beton jalan sudah rapuh, besi penyangga di bawahnya mulai teropos, dan kontur tanah di bawah jalan tampak berongga.
Hal ini meningkatkan risiko amblas jika terus menerus dilalui oleh kendaraan berat.
“Kalau dibiarkan tentu sangat berisiko, baik untuk pengendara motor maupun mobil. Apalagi bagian bawah jalan sudah keropos dan sempat dilintasi kendaraan roda dobel,” katanya.
Sebagai langkah darurat, petugas kepolisian telah memasang tanda peringatan sederhana di sekitar lubang agar lebih terlihat oleh pengguna jalan.
Namun warga menilai langkah tersebut belum cukup aman jika tidak segera dilakukan perbaikan permanen.
“Harapan saya pemerintah segera menindaklanjuti dan memperbaiki jalan ini agar tidak membahayakan pengguna jalan,” tutup Darmuli. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















