BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi berupaya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu langkah yang diambil adalah mengedepankan dakwah berbasis teknologi digital. Inisiatif ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan dunia digital.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan dalam memperingati Milad MUI ke-51 pada tahun 2026 mendatang, MUI Kabupaten Bekasi akan menggelar Lomba Sholawat. Acara ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai media dakwah kreatif yang dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana penyebaran nilai-nilai Islam.
Ketua MUI Kabupaten Bekasi, KH Prof Mahmud, menekankan pentingnya pendekatan berbasis digital dalam pelaksanaan lomba tersebut. “Kita ini punya fasilitas Kominfo, jadi saya berharap lomba-lomba nanti berbasis digital. Mungkin nanti finalnya tiga besar baru tampil langsung. Selebihnya bisa melalui audisi berbasis IT dan disebarkan melalui platform digital seperti YouTube, dan lainnya,” ujarnya usai memimpin rapat persiapan Lomba Sholawat di Ruang Rapat MUI Kabupaten Bekasi, Rabu (13/05).
Menurutnya, pola digitalisasi tersebut menjadi bukti bahwa MUI mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dakwah dan syiar Islam. “Bagaimana peralatan yang kita miliki ini termanfaatkan dan sekaligus menjadi bukti bahwa MUI beradaptasi dengan situasi dan kondisi. Kalau semuanya manual tentu membutuhkan biaya besar, sementara prinsip efisiensi juga harus kita jalankan,” tambahnya.
Lomba Sholawat ini akan memperebutkan Piala Bergilir Bupati Bekasi dan Piala Bergilir Ketua MUI Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut akan melibatkan empat komisi di lingkungan MUI Kabupaten Bekasi, yaitu Komisi Seni Budaya Islam, Komisi Kesehatan Masyarakat, Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom), serta Komisi Koperasi dan UMKM.
KH Prof Mahmud juga menyampaikan harapannya agar materi sholawat yang dilombakan memiliki sanad yang jelas dan mengandung nilai-nilai keteladanan. “Harapannya ada materi sholawatan yang bersanad, sehingga ada atsar atau jejak yang bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi sholawat kita punya dampak yang baik di masyarakat,” ujarnya.
Piagam Bekasi Ormas Islam
Selain membahas lomba sholawat, KH Prof Mahmud juga menyampaikan gagasan pembentukan ‘Piagam Bekasi Ormas Islam’ sebagai komitmen bersama antarorganisasi Islam di Kabupaten Bekasi dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.
Ia menilai perbedaan pandangan di tengah organisasi Islam merupakan hal wajar, namun tidak boleh menjadi pemicu perpecahan maupun saling membully di ruang publik. “Kita boleh berbeda, tapi tetap bersaudara. Jangan perbedaan yang diperbesar, tetapi persaudaraan yang dikuatkan,” tegasnya.
Rencananya, piagam tersebut akan melibatkan berbagai tokoh ormas Islam dan elemen masyarakat di Kabupaten Bekasi, dengan dukungan pemerintah daerah serta unsur Forkopimda sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengawal pembangunan dan menjaga keharmonisan daerah. “MUI ingin semua elemen punya semangat yang sama untuk menjaga Bekasi, membangun Bekasi, agar daerah ini semakin aman, maju, dan sejahtera,” tandasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















