Lippo Cikarang Catat Marketing Sales Rp491 Miliar di Kuartal I 2026, Rumah Tapak Jadi Andalan

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat kinerja yang solid pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q26). Perusahaan mencatatkan peningkatan signifikan pada pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp491 miliar, naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat kinerja yang solid pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q26). Perusahaan mencatatkan peningkatan signifikan pada pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp491 miliar, naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat kinerja yang solid pada kuartal pertama tahun 2026 (1Q26). Perusahaan mencatatkan peningkatan signifikan pada pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp491 miliar, naik 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini telah mencapai 29% dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,70 triliun, menandakan awal tahun yang positif bagi perusahaan.

Direktur Lippo Cikarang Indryanarum, menyampaikan optimisme terhadap permintaan pasar yang tetap kuat. “Pada kuartal I 2026, kami berhasil mencapai 29% dari target prapenjualan setahun, didorong oleh minat tinggi terhadap produk rumah tapak. Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan konsumen dengan menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan memastikan proses serah terima berjalan sesuai jadwal,” ungkapnya, Senin (04/05).

Bacaan Lainnya

Indryanarum menjelaskan kinerja pra-penjualan ini didorong oleh kontribusi stabil dari segmen rumah tapak, apartemen, dan unit komersial. Peluncuran proyek baru seperti Neo 5enses Collection juga turut memperkaya portofolio produk LPCK, sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Selain mencatatkan pertumbuhan pra-penjualan yang signifikan, LPCK juga membukukan pendapatan sebesar Rp760 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Pendapatan tersebut berasal dari tiga segmen utama, yakni penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp421 miliar, jasa pengelolaan kota Rp132 miliar, serta unit komersial Rp105 miliar. Ketiga segmen ini menyumbang sekitar 87% dari total pendapatan perusahaan.

Laba dan EBITDA Positif

Laba kotor LPCK tercatat mencapai Rp229 miliar dengan margin laba kotor meningkat menjadi 30%, dibandingkan dengan 26% pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan strategi pengelolaan biaya yang disiplin serta menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar.

LPCK juga melaporkan EBITDA sebesar Rp125 miliar pada kuartal pertama tahun ini, dengan margin EBITDA mencapai 16% terhadap total pendapatan. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional perusahaan yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar properti.

“Sebagian besar pra-penjualan pada periode ini berasal dari produk residensial, terutama rumah tapak yang menyumbang 83% dari total pra-penjualan. Secara total, LPCK berhasil menjual sebanyak 541 unit properti, termasuk produk unggulan seperti Neo 5enses Collection, Waterfront Estates, Lippo Cikarang Residence, dan XYZ Livin,” kata dia.(DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait