Polisi Amankan 7 Dari 16 Pelaku Pengeroyokan Terhadap MSA di Tambun Selatan

polsek-tambun-tawuran-jatimulya

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN –  Anggota Reserse Polsek Tambun berhasil mengamankan 7 dari 16 orang tersangka pelaku pengeroyokan terhadap MSA (18) warga Kp. Toyogiri, Desa Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan.

Tujuh orang tersangka pelaku pengeroyokan tersebut, berhasil diamankan pada Kamis (16/09) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka merupakan sekelompok remaja dari Kp. Jatimulya berinisial F (16), D (17), I (16), A (21), R (17), L (16) dan Y (17).

Bacaan Lainnya

Informasi yang BERITACIKARANG.COM dapatkan, aksi pengeroyokan tersebut terjadi saat MSA dan rekan-rekannya tengah berada di Jembatan 3 Kp. Jati, Jl. Toyogiri Selatan RT 04/08 Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan pada Minggu 4 September 2016 lalu sekitar pukul 02.40 WIB dinihari. Tiba-tiba sekelompok remaja dari Kp. Jatimulya datang menyerang sehingga MSA dan rekan-rekannya kabur berlarian.

MSA yang terjatuh dan tertinggal dari rombongannya, langsung diserang oleh sekelompok remaja tersebut menggunakan senjata tajam dan benda tumpul seperti celurit, golok, kayu dan besi. Akibatnya, MSA mengalami luka sabetan senjata tajam di punggung dan pantat, serta luka memar akibat pukulan benda tumpul di sejumlah anggota badan lainnya.

Kapolsek Tambun, Kompol Puji Hardi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.  “Dari hasil penyelidikan anggota Reserse Polsek Tambun selama 11 hari, tersangka pelaku pengeroyokan diketahui berjumlah 16 orang dan baru ditangkap 7 orang, masih dalam proses penyidikan,” kata dia, Jum’at (16/09) siang.

Adapun latar belakang pengeroyokan tersebut, kata dia, berawal dari dendam lama dimana remaja Kp. Jatimulya sebelumnya pernah dikeroyok oleh remaja Kp. Toyogiri.

Dia berharap agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi, para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. “Para orang tua harus lebih peduli dalam pengawasan terhadap anak anaknya sehingga tidak kecolongan. Kalau sudah larut malam ya dicari, disuruh pulang untuk keselamatan anak-anak kita,” kata dia. (BC)

Pos terkait