Bangun Lapangan Bulu Tangkis di Cikarang, STT GDC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Ekosistem Digital Berkelanjutan

Peresmian fasilitas lapangan bulu tangkis yang dibangun oleh ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC). Fasilitas olahraga tersebut berada di halaman Kantor Kecamatan Cikarang Pusat dan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
Peresmian fasilitas lapangan bulu tangkis yang dibangun oleh ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC). Fasilitas olahraga tersebut berada di halaman Kantor Kecamatan Cikarang Pusat dan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC), perusahaan penyedia layanan pusat data (data center) yang berkantor pusat di Singapura, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur digital, perusahaan ini juga fokus pada pengembangan talenta lokal serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan operasionalnya di Cikarang.

Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian lapangan bulu tangkis di Kecamatan Cikarang Pusat. Fasilitas yang dibangun oleh STT GDC dan dikelola oleh pihak kecamatan itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 10.000 warga sebagai sarana olahraga, rekreasi, dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Bacaan Lainnya

Peresmian fasilitas olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian pengembangan STT Jakarta Campus, kampus pusat data milik STT GDC yang tengah diperluas. Kampus tersebut dirancang memiliki kapasitas teknologi informasi (TI) lebih dari 360 megawatt (MW) untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital yang terus meningkat di Indonesia.

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus di bidang pusat data juga semakin tinggi. Menjawab tantangan tersebut, STT GDC Indonesia menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan vokasi ATMI Cikarang melalui pendirian Data Centre Laboratory Learning Centre di Jawa Barat.

BACA: Penguatan Infrastruktur e-Government, Pusat Data Nasional Akan Dibangun di Kabupaten Bekasi

Fasilitas pembelajaran tersebut dirancang agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik yang mendekati kondisi operasional pusat data sesungguhnya. Berbagai peralatan berstandar industri seperti sistem Uninterruptible Power Supply (UPS) dan transformator disediakan langsung di lingkungan kampus untuk mendukung proses pembelajaran.

Selain itu, STT GDC juga menggandeng EPI untuk menghadirkan pelatihan Data Centre Fundamentals Certificate (DCFC®) yang diakui secara global. Program ini diperkuat dengan kesempatan magang terstruktur di lingkungan operasional dan teknis perusahaan.

Sejak September 2025, sebanyak enam mahasiswa telah mengikuti program magang dengan durasi hingga 10 bulan. Mereka memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola infrastruktur digital yang bersifat kritikal. Pada tahun 2026, STT GDC telah merekrut enam peserta dari program tersebut dan berencana membuka sedikitnya 10 peluang magang tambahan hingga akhir tahun.

Selain sebagai sarana olahraga, lapangan bulu tangkis yang dibangun oleh STT GDC dan dikelola oleh pihak Kecamatan Cikarang Pusat itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 10.000 warga sebagai sarana rekreasi, dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Selain sebagai sarana olahraga, lapangan bulu tangkis yang dibangun oleh STT GDC dan dikelola oleh pihak Kecamatan Cikarang Pusat itu diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 10.000 warga sebagai sarana rekreasi, dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur digital harus berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Seiring dengan terus berkembangnya infrastruktur digital Indonesia, kebutuhan akan talenta terampil dan pembangunan yang inklusif menjadi semakin penting. Inisiatif yang kami jalankan dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan membekali talenta lokal dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus memastikan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya.

Menurut Hendrikus, komitmen perusahaan tidak hanya sebatas membangun fasilitas teknologi, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu menopang pertumbuhan sektor digital Indonesia dalam jangka panjang.

Selain program pengembangan talenta, STT GDC juga menjalankan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan. Salah satunya adalah program penanaman mangrove yang bertujuan memperkuat perlindungan wilayah pesisir. Program tersebut diklaim telah memberikan manfaat bagi lebih dari 150.000 warga sekaligus membantu meningkatkan pendapatan petani mangrove hingga 23 persen.

Perusahaan juga tengah mengkaji pembangunan fasilitas olahraga tambahan di wilayah sekitar operasionalnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Plt Camat Cikarang Pusat, Ganda Sasmita, mengapresiasi kontribusi perusahaan terhadap masyarakat setempat. Menurutnya, program-program sosial yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung akan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Kami mendukung program-program sosial yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, seperti inisiatif yang dilaksanakan oleh PT STT GDC Indonesia. Kami berharap program ini akan menciptakan manfaat besar bagi masyarakat yang dilayani,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Southeast Asia STT GDC, Lionel Yeo, menegaskan bahwa investasi perusahaan di Indonesia tidak hanya berorientasi pada pembangunan pusat data, tetapi juga pada penguatan kapasitas lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan perluasan Jakarta Campus dan berbagai program pengembangan yang dijalankan, STT GDC berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital Indonesia yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan inklusif, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan operasionalnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait