BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Proses renovasi Stadion Wibawa Mukti yang telah berlangsung sejak November 2025 telah menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan tahun 2026, pekerjaan revitalisasi stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi itu telah mencapai sekitar 70 persen.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, mengatakan bahwa proses renovasi berjalan sesuai target dan terus dipantau secara berkala oleh berbagai pihak terkait.
“Alhamdulillah progres renovasi Stadion Wibawa Mukti saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan kualitas yang diharapkan,” ujarnya, Selasa (09/06).
Renovasi ini dilakukan menyusul kerusakan yang terjadi akibat angin kencang pada Oktober 2024 lalu. Saat itu, sejumlah bagian atap stadion mengalami kerusakan yang berdampak pada kenyamanan dan keamanan fasilitas olahraga tersebut. Untuk itu, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp40,77 miliar guna melakukan perbaikan secara menyeluruh.
BACA: Angin Puting Beliung Terjang Cikarang, Atap Stadion dan Puluhan Warung Porak Poranda
Tak hanya memperbaiki atap yang rusak, renovasi juga mencakup peningkatan berbagai fasilitas pendukung. Atap stadion kini dirancang dengan konstruksi yang lebih kuat agar mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, sistem kelistrikan, sirkulasi udara, hingga penyediaan air bersih turut diperbarui untuk meningkatkan kualitas layanan stadion.
“Sejauh ini tidak ada kendala signifikan. Cuaca cukup mendukung sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Kami juga rutin melakukan monitoring bersama pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menaruh harapan besar terhadap stadion yang pernah menjadi salah satu venue Asian Games 2018 tersebut. Setelah renovasi selesai, Stadion Wibawa Mukti diharapkan kembali menjadi rumah bagi berbagai kompetisi olahraga tingkat regional, nasional bahkan internasional.
Selain mendukung pembinaan atlet dan olahraga prestasi, keberadaan stadion juga memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Kehadiran tim-tim profesional yang menggunakan stadion sebagai markas atau lokasi pertandingan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sektor pendukung.
“Selain mendatangkan pendapatan dari tim-tim profesional, stadion juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas olahraga seperti jogging, atletik maupun sepak bola,” ucap dia.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Mirza Swandaru Riyatno menilai Stadion Wibawa Mukti tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi aset daerah yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.
“Ketika stadion kembali beroperasi, tentu akan ada banyak kegiatan olahraga dan event besar yang dapat diselenggarakan. Ini bukan hanya untuk pembinaan atlet, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















