BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Bekasi membawa dampak bagi sejumlah warga. Salah satunya dirasakan masyarakat Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, yang kini mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah hujan tidak turun selama kurang lebih satu bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga mandi. Bahkan, berdasarkan hasil pendataan petugas, ada warga yang sudah tidak memiliki persediaan air selama tiga hari terakhir sehingga terpaksa membeli air untuk kebutuhan rumah tangga.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah titik di Desa Nagasari.
BACA: Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Kekeringan dan Kebakaran saat Kemarau di Kabupaten Bekasi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan distribusi air bersih pertama yang dilakukan BPBD pada musim kemarau tahun ini.
“Pengiriman air bersih sudah mulai dilakukan sejak Selasa kemarin sebagai langkah cepat membantu warga yang terdampak kekeringan,” ujar Dody, Kamis (11/06).
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi, bantuan air bersih disalurkan ke dua lokasi yang mengalami kekurangan pasokan air, yakni Kampung Pasir Kupang RT 002/RW 001 dan Kampung Tegal Badak RT 009/RW 005, Desa Nagasari.
Masing-masing lokasi menerima pasokan sebanyak 5.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan mobil tangki BPBD berkapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 10.000 liter.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 30 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 90 jiwa yang terdampak langsung oleh kekeringan. Kehadiran bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal.
Dody menjelaskan, fenomena kekeringan seperti ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Karena itu, BPBD terus memantau perkembangan kondisi di lapangan melalui laporan dari pemerintah desa dan kecamatan.
Dalam proses pendistribusian bantuan, BPBD Kabupaten Bekasi juga melibatkan berbagai unsur untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat dengan cepat dan tepat sasaran. Unsur yang terlibat antara lain Satpol PP, perangkat Desa Nagasari, ketua RT setempat, serta warga yang turut membantu proses penyaluran.
Kerja sama berbagai pihak tersebut membuat distribusi air bersih berjalan lancar. Warga pun menyambut baik bantuan yang diberikan karena sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar tidak ragu melaporkan kondisi tersebut melalui pemerintah desa maupun kecamatan setempat. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan kepada BPBD untuk ditindaklanjuti.
“Kami sarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih segera melapor melalui desa atau kecamatan setempat agar dapat diteruskan kepada BPBD,” kata Dody. (DIM)
















