Atmosfer Piala Dunia 2026 Belum Terasa di Kabupaten Bekasi, Absennya Timnas Indonesia Jadi Penyebab?

Maskot Piala Dunia 2026
Maskot Piala Dunia 2026

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Piala Dunia 2026 resmi akan bergulir mulai Jumat, 12 Juni 2026 dini hari. Turnamen sepak bola terbesar di dunia yang selalu dinanti jutaan penggemar ini biasanya menghadirkan suasana berbeda di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bekasi. Namun kali ini, gaung pesta sepak bola empat tahunan tersebut justru belum terasa begitu kuat.

Padahal, Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Ribuan perusahaan nasional maupun multinasional beroperasi di wilayah ini. Banyak tenaga kerja asing (WNA) dari berbagai negara juga tinggal dan bekerja di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya. Kondisi tersebut seharusnya berpotensi menghadirkan atmosfer Piala Dunia yang lebih berwarna.

Bacaan Lainnya

Andri (38), warga Cikarang Utara, mengatakan semarak Piala Dunia tahun ini memang belum begitu terasa di lingkungan tempat tinggal maupun tempatnya bekerja. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat jauh lebih rendah dibandingkan piala dunia tahun-tahun sebelumnya.

BACA: Kualifikasi Piala Dunia 2026: Ketua Askab PSSI Bekasi Ajak Warga Dukung Timnas Indonesia

“Kalau sekarang memang belum terasa. Biasanya sudah banyak yang ngobrol soal pertandingan atau pasang atribut negara favorit, tapi sekarang masih sepi,” kata dia.

Ia menilai ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Salah satunya adalah situasi geopolitik global yang dalam beberapa waktu terakhir banyak menyita perhatian masyarakat dunia.

Menurut Andri, berbagai konflik dan isu internasional yang terus berkembang membuat perhatian publik terpecah sehingga gaung Piala Dunia tidak sebesar biasanya.

“Mungkin karena banyak isu global yang sedang ramai dibahas. Berita-berita internasional sekarang juga lebih banyak membahas konflik dan kondisi geopolitik, jadi perhatian masyarakat terbagi,” katanya.

Sementara itu, Yanto (36), warga Cikarang Timur, memiliki pandangan berbeda. Ia meyakini minimnya antusiasme masyarakat saat ini tidak lepas dari absennya Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026.

Menurut Yanto, apabila Indonesia berhasil tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut, suasana di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bekasi, tentu akan jauh lebih meriah.

“Kalau Indonesia main di Piala Dunia pasti beda. Masyarakat pasti lebih antusias, banyak yang nobar dan mengikuti setiap pertandingan,” ujarnya.

Meski demikian, Yanto menilai antusiasme warga masih berpotensi meningkat seiring berjalannya kompetisi. Terlebih ketika pertandingan memasuki babak-babak penting yang mempertemukan tim-tim besar dunia.

Babak perempat final, semifinal, hingga final biasanya menjadi momen yang paling ditunggu karena mempertemukan tim-tim terbaik dunia dengan persaingan yang semakin ketat.

“Mungkin nanti ramainya nanti ya saat pertandingan memasuki fase-fase krusial dan tim-tim unggulan mulai berlaga,” kata dia.  (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait