Sumur Mengering, Warga Serang Baru Tempuh 1 Kilometer Cari Air Bersih Hingga Rela Rogoh Kocek Tambahan

Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Bekasi memaksa warga di sejumlah wilayah mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, warga bahkan harus menempuh jarak hingga satu kilometer untuk mendapatkan air bersih atau membeli air karena sumur di rumah mereka tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.
Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Bekasi memaksa warga di sejumlah wilayah mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, warga bahkan harus menempuh jarak hingga satu kilometer untuk mendapatkan air bersih atau membeli air karena sumur di rumah mereka tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Bekasi memaksa warga di sejumlah wilayah mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Kampung Babakan, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, warga bahkan harus menempuh jarak hingga satu kilometer untuk mendapatkan air bersih atau membeli air karena sumur di rumah mereka tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga, Samilah (39), mengaku setiap hari mengambil air dari rumah kerabatnya yang berjarak sekitar satu kilometer ketika sumurnya mengering. Jika tidak memungkinkan, ia terpaksa membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kalau sumur sudah kering, saya ambil air ke saudara yang jaraknya sekitar satu kilometer. Kadang juga beli air. Satu kempu ukuran 100 liter harganya Rp100.000 dan hanya cukup tiga hari untuk kebutuhan minum, masak, mandi, sampai mencuci,” kata Samilah saat ditemui usai mengantre bantuan distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Bekasi, Jum’at (17/07).

Samilah mengatakan kemarau tahun ini menyebabkan sumur warga lebih cepat mengering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, kata dia, sumur baru mengalami kekeringan setelah empat hingga lima bulan tanpa hujan. Namun kali ini, kondisi tersebut terjadi hanya sekitar satu bulan sejak musim kemarau berlangsung.

Ia berharap bantuan air bersih dapat disalurkan secara rutin hingga musim kemarau berakhir mengingat kebutuhan air bersih warga masih sangat tinggi. “Harapan saya bantuan air bersih lebih sering lagi karena ini sangat dibutuhkan warga,” ujarnya.

BACA: BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Warga Waspadai Dampak Musim Kemarau

Sebelumnya, sebanyak 36 ribu liter air bersih didistribusikan ke Kampung Babakan RT 13 RW 06, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

Staf Kaur Umum Desa Sukasari, Subekti, mengatakan pendistribusian dilakukan secara bertahap selama tiga hari sejak Rabu (15/07). Penyaluran air bersih melibatkan BPBD Kabupaten Bekasi dan BBWS Ciliwung Cisadane, dibantu oleh aparatur pemerintah desa, Destana, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

“Sebanyak 36 ribu liter air bersih sudah disalurkan kepada 150 kepala keluarga yang terdampak krisis air bersih sejak Rabu kemarin,” kata Subekti, Jumat (17/07).

Menurut dia, Kampung Babakan menjadi satu-satunya titik di Desa Sukasari yang mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, meski pada 2024 dan 2025 tidak terdampak karena intensitas kemarau dinilai tidak terlalu parah.

“Ini sudah lama, hampir setiap tahun saat musim kemarau seperti ini. Hanya memang tahun 2024 dan 2025 tidak terdampak karena mungkin kemaraunya tidak terlalu parah,” ujarnya.

Pemerintah Desa Sukasari berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara permanen melalui pembangunan jaringan pipa air bersih ke permukiman warga. Usulan penyediaan layanan PDAM telah dikoordinasikan bersama pengurus RT/RW, termasuk membuka peluang pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

BACA: Krisis Air Bersih, Warga Serang Baru Mandi Saat Bantuan Air Tiba

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan krisis air bersih tidak hanya terjadi di Desa Sukasari. Hingga saat ini terdapat 38 titik terdampak yang tersebar di delapan desa pada empat kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Sejak 9 Juni 2026, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan total 821 ribu liter air bersih kepada warga terdampak. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan PMI, BBWS Ciliwung Cisadane, serta sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Kita bekerja sama dengan PMI, BBWS Ciliwung Cisadane dan sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Dodi.

BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD agar dapat segera dilakukan asesmen dan penyaluran bantuan. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait