Loncat ke konten
Menu Mobile
Berita Cikarang
  • Beranda
  • Kabupaten Bekasi
  • Jawa Barat
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Adv
Breaking News
Rebutan Lapak Parkir Pasar Baru Cikarang, Dua Kelompok Massa Bentrok Buntut Beda Pilihan Pilkades, Makam Warga di Cabangbungin Dibongkar Danau Perumahan Bisa Jadi Ancaman, ICMI Kabupaten Bekasi Desak Pengembang Pasang Pagar dan Papan Peringatan Sedia Payung Sebelum Hujan, Kabupaten Bekasi Mulai Masuki Peralihan Musim Mayat Pria 29 Tahun Ditemukan di Saluran Irigasi, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Beranda Berita Pemkab Diminta Kembalikan Logo Lama Kabupaten Bekasi, Muhtadi: Emang Dinasnya Aja Dableg

Pemkab Diminta Kembalikan Logo Lama Kabupaten Bekasi, Muhtadi: Emang Dinasnya Aja Dableg

admin
21 Agustus 201821 Agustus 2018799 Dilihat
Sejarawan Bekasi, Ali Anwar saat menunjukan gambar potongan batu yang memuat logo Kabupaten Bekasi. Logo Kabupaten Bekasi pada potongan batu itu diambil di depan gedung PMI Bekasi dan dianggap sebagai logo yang masih sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12/P.D./1962
Sejarawan Bekasi, Ali Anwar saat menunjukan gambar potongan batu yang memuat logo Kabupaten Bekasi. Logo Kabupaten Bekasi pada potongan batu itu diambil di depan gedung PMI Bekasi dan dianggap sebagai logo yang masih sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12/P.D./1962

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT –  Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Muhtadi Muntaha menyayangkan adanya ketidaksesuaian logo Kabupaten Bekasi yang selama ini beredar dan digunakan khalayak umum dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12/P.D./1962.

Pasalnya, kata dia, logo yang tertuang di Perda tentunya dibuat atas kajian yang cukup kuat dan memiliki nilai historikal, akademis, kultur dan psikologis masyakarat Kabupaten Bekasi saat itu.

Bacaan Lainnya
  • Silat Ujungan Meriahkan Gabus Culture 2023
  • Ini Komentar Bupati Neneng Terkait Kekeliruan Penggunaan Logo Kabupaten Bekasi

“Logo ini kan sebelumnya dibuat dari hasil kajian dan mengandung azas historis, azas akademis, kultur dan masyakarat saat itu. Sudah sepatutnya logo-logo yang ada saat ini juga direvisi terlebih dahulu dan kudu sesuai Perda karena itu yang masih berlaku,” kata Muhtadi Muntaha, Selasa (21/08).

Kalau pun logo itu dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini, lanjutnya, maka Pemkab Bekasi bisa merubahnya melalui Tim Khusus yang dibentuk tanpa melepas nilai-nilai yang disebutkan sebelumnya.

“Tim Khusus yang dibentuk juga jangan sembarangan, jangan asal tunjuk dan harus berkonsultasi dengan banyak pihak termasuk yang mengerti kultur dan sejarah Bekasi seperti para sesepuh, keluarga perintis dan lain sebagainya. Jadi jangan meninggalkan itu saat pembahasan dan main ketuk palu saja nantinya. Kudu ngaji sejarah dulu,” cetusnya.

Alumni pondok pesantren Attaqwa KH Noer Ali ini menambahkan bahwa persoalan ini sebetulnya sudah mencuat sejak lama dan telah dibahas di kalangan legislatif. Hanya saja, sampai saat ini memang belum ada tindak lanjut dari Pemkab Bekasi. “Udah, udah (disampaikan-red) Emang dinasnya aja dableg,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, logo Kabupaten Bekasi dinilai salah kaprah karena tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12/P.D./1962. Logo yang sesuai dengan Perda tersebut diperkirakan telah berubah sejak tahun 1970-an.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar mengatakan, logo Kabupaten Bekasi yang saat ini digunakan Pemkab Bekasi telah salah kaprah. Kesalahan utama dari logo tersebut terdapat pada jumlah susunan bata.

Padahal, kata Ali, susunan bata yang ada di logo Kabupaten Bekasi memiliki arti tentang jumlah kewedanan. Kewedanan ialah wilayah pemerintahan yang berada di bawah kabupaten dan di atas kecamatan yang berlaku pada masa Hindia Belanda.

“Jadi yang benar ini ada empat susun bata, itu menunjukkan kewedanaan, jadi dulu di Bekasi itu ada empat kewedanaan. Waktu itu ada Cilincing, Bekasi, Tambun dan Lemah Abang. Dari empat kewedanaan itu terbagi atas beberapa kecamatan, yaitu 13 kecamatan, maka seharusnya ada 13 batu bata,” kata Ali Anwar, Kamis (16/08).

Selain itu, sambungnya, bagian lain yang tidak sesuai dengan Perda tersebut ialah gambar padi dan kapas. Menurut Ali, berdasarkan Perda, gambar yang ada di logo tersebut ialah padi dan buah-buahan. “Karena padi menunjukkan bahwa bekasi penghasil padi terbesar sedangkan buah-buahan karena dulu Bekasi punya buah-buahan. Tapi, di Perda memang tidak dicantumkan nama buahnya secara spesifik,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa gambar golok di logo Kabupaten Bekasi tidak sesuai dengan golok khas Kabupaten Bekasi. “Kalau sekarang kan lancip, kalau zaman dulu itu agak dempak (tebal),” katanya.

Dirinya mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi. Tapi, sampai saat ini logo tersebut belum dirubah. “Kalau saya sebagai sejarawan cuma mengingatkan. Kalau ini dijalankan ya Alhamdulillah. Kalau (logo) sudah tidak relevan lagi ya dirubah. Tapi sebelum diubah ya harus kembalikan dulu ke khittahnya,” kata dia.

Sementara itu Bupati Bekasi, Neneng Hasanaha Yasin mengakui sudah mendapatkan informasi mengenai adanya kekeliruan logo Kabupaten Bekasi antara yang tertuang di Peratuan Daerah (Perda) Nomor 12/P.D./1962 dengan yang selama ini beredar dan digunakan khalayak ramai.

Gambar padi dan kapas pada logo Kabupaten Bekasi yang selama ini beredar dan digunakan banyak pihak termasuk Pemkab Bekasi, kata dia, sejatinya memang buah. Namun sayangnya, di Perda itu juga tidak disebutkan secara spesifik mengenai buah-buahan yang dimaksud apa sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut.

“Saya sudah baca scriptnya dan memang tidak disebutkan secara spesifik ya buah-buahannya seperti apa. Jadi kita juga tidak bisa mementukan apakah buahnya kecapi atau yang lainnya sehingga memang mesti ada panitia khusus untuk mengkaji itu,” kata Bupati Neneng, Jum’at (17/08).

Disinggung tentang jumlah susunan batu bata yang menggambarkan jumlah kewedanan Kabupaten Bekasi saat itu, ia pun mengakui kondisinya sudah sangat tidak releven dengan saat ini meskipun dirinya belum menghitung secara detail. “Yang pasti itu juga berubah karena jaman dulu kan berbeda dengan jaman sekarang sekarang ya,” ucapnya.

Meski demikian, Neneng belum bisa memastikan apakah Pemkab Bekasi akan berinisiatif untuk mengubah logo Kabupaten Bekasi yang dianggap sudah tak relevan dengan kondisi saat ini atau tidak. “Karena mengganti logo itu bukan perkara mudah bro dan pasti ada yang pengennya gini, pengennya gitu. Artinya butuh waktu juga,” kata dia.(BC)

kambanglogo
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Pemkab Bentuk Satgas Pencemaran Sungai di Kabupaten Bekasi
Pos berikutnya Antisipasi Banjir Tahunan, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Ajukan Rp. 25 Miliar di APBD Perubahan

Pos terkait

  • Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F 5880 JU milik seorang pengunjung warung internet (warnet) di wilayah Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, raib dicuri. Kendaraan tersebut diduga dibawa kabur pelaku saat pemiliknya berada di dalam warnet tanpa mengunci setang motor.

    Lengah Tak Kunci Setang, Honda Beat Pengunjung Warnet di Cikarang Selatan Raib Dicuri

  • Samsung Electronics Indonesia resmi memperkenalkan Samsung Galaxy A08 untuk pasar Indonesia. Smartphone tersebut mulai tersedia secara terbatas pada 26 September 2026 melalui Official Shop Samsung di Shopee.

    Samsung Galaxy A08 Resmi Hadirkan Baterai Besar 6.000 mAh, Fitur AI, dan Update Software Hingga 6 Tahun

  • Kepolisian mengingatkan seluruh peserta dan pendukung Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi untuk mewaspadai potensi gesekan setelah pemungutan suara.

    Polisi Waspadai Gesekan Saat Penghitungan Suara Pilkades Kabupaten Bekasi

  • Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kabupaten Bekasi menargetkan empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Target tersebut meningkat empat kali lipat dibandingkan raihan satu emas pada Porprov 2022.

    Tenis Kabupaten Bekasi Bidik Empat Emas di Porprov Jabar 2026

  • Ilustrasi: Pencari kerja

    Perusahaan di Kabupaten Bekasi Belum Patuh Wajib Lapor Lowongan Kerja, Baru 2.272 Terdaftar di Karirhub

  • Peresmian fasilitas lapangan bulu tangkis yang dibangun oleh ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC). Fasilitas olahraga tersebut berada di halaman Kantor Kecamatan Cikarang Pusat dan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat.

    Bangun Lapangan Bulu Tangkis di Cikarang, STT GDC Dukung Gaya Hidup Sehat dan Ekosistem Digital Berkelanjutan

Paling Banyak Dilihat

  • Hanhan (26), pedagang kerak telor 'Dawala 999' mengaku penjualan dagangannya meningkat selama kegiatan nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 di Taman Sehati, Kompleks Stadion Wibawa Mukti, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Senin (05/10) malam.
    1
    Ekonomi399 Dilihat
    Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Bawa Ber…
  • 2
    Kabupaten Bekasi346 Dilihat
    Masuk Triwulan Akhir, Serapan APBD Kabup…
  • 3
    Advetorial, Bisnis, Headline307 Dilihat
    Kebutuhan Filter Industri dalam Volume B…
  • 4
    Advetorial, Bisnis279 Dilihat
    JNE Gelar JLC Member Gathering di Cikara…
  • 5
    Kabupaten Bekasi279 Dilihat
    11 Ribu Perusahaan Berdiri di Kabupaten …

Advertorial

  • Pengadaan 352 unit Pocket Filter oleh Sun Filtro Indonesia untuk kebutuhan fasilitas penyediaan kelistrikan nasional melalui mitra kontraktor.
    Advetorial, Bisnis, Headline6 Oktober 2026
    Kebutuhan Filter Industri dalam Volume B…
  • JNE kembali menyelenggarakan JLC Member Gathering di Cikarang pada Kamis, 10 September 2026. Bertempat di Artotel Living World Grand Wisata, Cikarang, acara yang mengusung tema ‘Connect, Collaborate, Grow’ ini menjadi kota ketujuh dalam rangkaian roadshow nasional setelah Bandung, Tangerang, Karawang, Bekasi, Depok, Medan
    Advetorial, Bisnis30 September 2026
    JNE Gelar JLC Member Gathering di Cikara…
  • Sebagai upaya memperkuat komitmen dalam pemberdayaan ekonomi lokal UMKM, JNE Cikarang secara resmi berpartisipasi dalam program “UMKM Naik Kelas 2026” di Kabupaten Bekasi.
    Advetorial, Ekonomi22 Juli 2026
    Dukung UMKM Kabupaten Bekasi Naik Kelas,…
  • Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustafa
    Advetorial23 Juni 2026
    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Siap K…
  • Dengan harga Rp450.000 per bulan, program Gym & Pool Membership ini terbuka untuk umum, termasuk individu, pasangan, maupun perusahaan atau instansi yang ingin menyediakan fasilitas kebugaran bagi karyawan.
    Advetorial, Bisnis, Headline21 Mei 2026
    Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat, Swis…

Bisnis

  • LippoLand menghadirkan Brentwood Villas @ OAZE Cikarang, hunian tiga lantai yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga lintas generasi.
    Bisnis20 Oktober 2026
    LippoLand Tawarkan Brentwood Villas di C…
  • Pengadaan 352 unit Pocket Filter oleh Sun Filtro Indonesia untuk kebutuhan fasilitas penyediaan kelistrikan nasional melalui mitra kontraktor.
    Advetorial, Bisnis, Headline6 Oktober 2026
    Kebutuhan Filter Industri dalam Volume B…
  • FOX Lite Hotel Cikarang menghadirkan menu kuliner baru bertajuk Nasi Bakaran dengan tiga pilihan lauk, yakni Nasi Bakar Ayam Kemangi, Nasi Bakar Teri Kacang, dan Nasi Bakar Cumi.
    Bisnis30 September 2026
    Fox Lite Hotel Cikarang Hadirkan Nasi Ba…

Politik

  • Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kabupaten Bekasi di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (27/09).
    Politik27 September 2026
    Jokowi Akui Pekerjaan Rumah PSI, DPRT Na…
  • Siti Qomariyah, yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dipercaya memimpin DPD NasDem Kabupaten Bekasi periode 2026 - 2029.
    Politik2 Mei 2026
    Siti Qomariyah Pimpin NasDem Kabupaten B…
  • Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Bintang Persatuan Buruh, Sarif Marhaendi saat menggelar reses masa sidang kedua tahun anggaran 2026 di wilayah Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Sabtu (02/05).
    Politik2 Mei 2026
    Usulan Infrastruktur Mendominasi Saat Re…

Pendidikan

  • Rangga Erlangga, pelajar kelas X SMK Bina Patriot asal Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi saat menunjukan Letter of Recognition (LoR) dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang diterimanya.
    Pendidikan12 Oktober 2026
    Temukan Celah Keamanan Siber, Pelajar As…
  • Kepala BRIN Arif Satria saat menghadiri penandatanganan MoU Kemensos dan BRIN di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Bekasi, Kamis (08/10).
    Pendidikan8 Oktober 2026
    BRIN Siapkan Mesin Pengolah Air Siap Min…
  • Lebih dari 500 siswa SMPN 6 Cikarang Selatan hingga kini masih menumpang belajar di SMPN 3 Cikarang Selatan. Kondisi tersebut terjadi setelah sekolah membuka penerimaan peserta didik baru selama dua tahun.
    Pendidikan8 Oktober 2026
    500 Lebih Siswa SMPN 6 Cikarang Selatan …
  • Pedoman Siber
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami

Jaringan Social

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Youtube
  • Tiktok
  • RSS
Proudly Powered by Cikarang Media Komunika | Berita Cikarang © 2026