Kabupaten Bekasi Targetkan Pembentukan 200 Bank Sampah Baru di 2026

Ilustrasi
Ilustrasi

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan pembentukan 200 bank sampah baru di tingkat Rukun Warga (RW) pada tahun 2026. Target ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025, di mana hanya ditargetkan pembentukan dan pembinaan di 80 RW.

Nurul Fitria, Kepala Tim Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Target jangka panjang kami adalah mewujudkan satu RW satu bank sampah di seluruh Kabupaten Bekasi. Sebagai langkah awal, pada tahun 2025 kami telah menetapkan pembentukan di 80 RW. Tahun 2026, kami akan meningkatkan jumlah ini secara signifikan dengan menargetkan pembentukan di 200 RW baru,” ujar Nurul Fitria, Kamis (21/05).

BACA: Bank Sampah Kesulitan Pasarkan Produk

Hingga saat ini, Kabupaten Bekasi telah memiliki 482 unit bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, DLH tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah, tetapi juga memastikan keberlanjutan operasional unit yang sudah ada. Evaluasi berkala dan revitalisasi terhadap unit-unit yang pasif terus dilakukan agar semua bank sampah dapat beroperasi secara konsisten.

Salah satu contoh keberhasilan pengelolaan sampah di wilayahnya adalah Bank Sampah Masdul yang terletak di RW 08 Desa Telagamurni, Kecamatan Cikarang Barat. Menurut Nurul, unit ini telah menjadi model percontohan berkat penerapan tiga aspek utama: pengolahan sampah total berbasis konsep Zero Waste Oriented, integrasi dengan program ketahanan pangan, serta penerapan ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap keberhasilan RW 08 Desa Telagamurni dapat direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Dengan demikian, sampah tidak lagi menjadi limbah yang dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi sumber ekonomi dan ketahanan pangan bagi warga,” tambahnya.

Pemerintah KabupatenBekasi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan budaya memilah sampah sebagai gaya hidup sehari-hari. Langkah ini diyakini dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah berbasis circular economy dan mendukung visi besar menuju konsep zero waste di Kabupaten Bekasi. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait