BERITACIKARANG.COM, CIKARANG – Sebanyak lebih dari 3.400 warga Kabupaten Bekasi mengikuti verifikasi ulang arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat atau saat matahari tepat berada di atas Ka’bah yang berlangsung pada 15–16 Juli 2026. Fenomena astronomi ini hanya terjadi dua kali dalam setahun.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Bekasi, Nedi Junaedi, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memastikan ketepatan arah kiblat.
“Yang mendaftar mencapai sekitar 3.400 orang se-Kabupaten Bekasi. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk memastikan arah kiblat secara benar,” katanya.
BACA: Kementrian Agama Kabupaten Bekasi Buka 6 Layanan di Mal Pelayanan Publik
Menurut Nedi, di Indonesia bagian barat fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 16.27 WIB. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah tepat ke kiblat sehingga menjadi metode verifikasi dengan tingkat akurasi sangat tinggi.
Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat yang hanya berlangsung dua kali setiap tahun, yakni pada Mei dan Juli.
Jika ditemukan sedikit pergeseran arah kiblat, penyesuaian cukup dilakukan pada arah saf salat atau posisi karpet tanpa harus membongkar bangunan masjid atau musala.
“Sayang jika kesempatan ini dilewatkan. Masyarakat juga bisa melakukan pengecekan sendiri di rumah dengan tongkat yang dipasang tegak lurus di permukaan yang rata,” ujarnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















