Siswa Kelas IV SDN 01 Cicau saat melakukan aktivitas KBM di GOR Kantor Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Rabu (06/02).
Siswa Kelas IV SDN 01 Cicau saat melakukan aktivitas KBM di GOR Kantor Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Rabu (06/02).

Numpang di GOR Kantor Desa, Ratusan Siswa SDN 01 Cicau Tak Fokus Saat Belajar

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pasca ambruknya atap bangunan SDN 01 Cicau, 120 siswa kelas IV dan V memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di ruang olahraga (GOR) Kantor Desa Cicau, Rabu (06/02) pagi.

Para siswa dari empat rombongan belajar (rombel) ini tidak fokus, sebab suasana gor begitu panas dan menimbulkan efek gema suara. Akibatnya, siswa tidak mampu menyerap ilmu yang disampaikan.

BACA: Siswa SDN 01 Cicau Bakal Pindah Kelas Ke Ruang Olahraga Kantor Desa

Kepala sekolah SDN 01 Cicau Endah Sulyana mengungkapkan, tidak ada tempat lain sebagai pengganti ruang kelas yang atapnya ambruk. Karena sebelumnya, kantor guru sudah digunakan sebagai ruang belajar. Lokasi terdekat untuk belajar yakni GOR Kantor Desa Cicau.

“Berdasarkan hasil rapat dengan guru dan orangtua murid, disepakati GOR Kantor Desa Cicau yang digunakan untuk KBM. Ya memang itu yang paling mungkin kami lakukan, tidak ada tempat lain apalagi menumpang di sekolah lain,” ungkap Endah.

Ditambahkan, pihak sekolah sadar betul dengan kejadian atap bangunan yang ambruk, maka KBM akan mengalami gangguan. Para siswa tidak akan maksimal menyerap ilmu pendidikan, dan guru pun kesulitan menyampaikan materi.

BACA: 9.686 Ruang Kelas di Kabupaten Bekasi Rusak

“Serba salah, dan ini terpaksa kami lalukan sampai ada solusi yang lain. Sejauh ini hanya ini yang bisa kita lakukan. Tadinya ingin membuat tenda di halaman sekolah, tapi rasanya gak mungkin karena tidak etis dan tidak enak dipandang. Cuaca juga tidak mendukung,” katanya.

Meski hanya satu ruangan yang atapnya ambruk, Endah menutup semua ruangan yang terdiri dari empat ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari insiden, karena atap bangunan di ruang kelas lainnya juga sudah keropos.

“Kami pagari agar tidak ada siswa yang memasuki ruangan. Kami tutup semua, karena kami khawatir atap lain di bangunan yang ikutan ambruk. Kami juga belum menerima jawaban dari Dinas Pendidikan, sejauh ini juga belum ada kunjungan dari Dinas Pendidikan meski sudah dilaporkan. Kami berusaha agar KBM terus berjalan bagaimana pun caranya, meski dalam rapat Musrenbang 2020, sekolah kami menjadi prioritas. Tapi itu kan tahun depan, sementara tahun ini kami tidak mendapat anggaran,” kata dia. (BC)

error: