BERITACIKARANG.COM, KOTA Bekasi – Komisi II DPRD Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah cepat terkait musibah longsor yang kembali terjadi di TPST Bantargebang.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, penanganan terhadap para korban harus menjadi prioritas utama. Untuk itu dirinya meminta agar korban yang meninggal dunia maupun yang terluka segera mendapatkan bantuan dan santunan yang layak.
“Yang utama itu para korban. Baik yang meninggal dunia maupun yang terluka harus segera ditangani dan diberikan santunan yang pantas,” ujar Latu Har Hary, Minggu (08/03).
Ia juga menyoroti bahwa kejadian longsor yang terus berulang ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan sampah di TPST. Menurutnya, ada masalah serius yang perlu segera dituntaskan.
“Ini bukan pertama kali terjadi. Sudah terlalu sering. Ini artinya ada yang salah dalam pengelolaan sampah di Bantargebang dan Sumur Batu,” tegasnya.
Untuk menindaklanjuti persoalan ini, Komisi II DPRD Kota Bekasi berencana memanggil Dinas Lingkungan Hidup serta pihak-pihak terkait guna membahas solusi konkret.
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat Bantargebang mengenai pengelolaan sampah di wilayah mereka,” ungkapnya.
Latu Har Hary juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar tidak hanya mengandalkan pemberian dana kompensasi kepada Kota Bekasi, tetapi turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi terkini TPST Bantargebang.
Menurutnya, tanggung jawab DKI Jakarta tidak bisa berhenti hanya pada pemberian dana. “Jangan cuma merasa sudah kasih dana, lalu lepas tangan begitu saja. Lihat langsung dong kondisi di lapangan,” katanya.
Bahkan, jika pengelolaan sampah di TPST Bantargebang terus bermasalah, ia mengusulkan agar opsi penutupan tempat pembuangan tersebut mulai dipertimbangkan.
“Kita nggak butuh kiriman sampah dari DKI. Yang kita butuhkan adalah bagaimana lingkungan di Bantargebang bisa pulih dari dampak buruk pengelolaan sampah selama ini,” tutupnya. (adv)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















