BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU — Kawasan danau bekas galian pasir di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi tengah disiapkan menjadi sumber air bersih sekaligus air minum bagi masyarakat terdampak kekeringan.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi membangun instalasi air bersih dan air minum darurat di lokasi tersebut sebagai bagian dari upaya menghadapi dampak kemarau dan fenomena El Niño. Instalasi ditargetkan segera beroperasi dan diproyeksikan melayani kebutuhan air masyarakat selama sekitar satu bulan.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih, mengatakan sumber air yang berada di kawasan bekas galian pasir tersebut dipilih karena debitnya masih cukup besar meski memasuki musim kemarau.
Menariknya, air dari sumber tersebut telah menjalani pengujian laboratorium sebelum dimanfaatkan. Hasil pengujian menunjukkan air memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk tidak ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli).
“Airnya bagus, sudah diuji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya,” kata Ahmad Kosasih, Kamis (03/09).
BACA: PMI Kabupaten Bekasi Sulap Air Danau Jadi Siap Minum
Menurut Kosasih, air dari sumber tersebut nantinya tidak langsung diminum, melainkan terlebih dahulu melewati proses pengolahan dan sanitasi melalui instalasi yang dibangun PMI. Dengan demikian, air yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai air minum setelah melalui proses pengolahan secara higienis.
“PMI sekarang ini sedang mendirikan instalasi air bersih darurat. Kita fokus membantu masyarakat memberikan pelayanan di bidang air bersih dan juga langsung air minum,” ujarnya.
Instalasi tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 liter air per hari. Kapasitas itu masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 150.000 liter per hari dengan pengaturan waktu produksi dan pemanfaatan kapasitas penampungan.
“Kapasitas kita bisa sampai per hari 100.000 liter. Kalau mau memenuhi 150.000 liter juga bisa, hanya produksinya perlu kita istirahatkan,” jelasnya.
Pelayanan air bersih dan air minum tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah dan Bojongmangu. PMI juga menyiapkan empat armada untuk mendukung distribusi air ke wilayah yang membutuhkan.
Masyarakat nantinya juga diperbolehkan mengambil air secara langsung di lokasi instalasi menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan pengangkut air. Namun, air yang diambil harus digunakan untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan.
“Kita berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, masyarakat bisa mengambil langsung ke situ, baik menggunakan mobil kecil maupun motor. Dengan catatan air tersebut untuk kebutuhan masyarakat dan tidak diperjualbelikan,” tegas Kosasih. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















