10 Perlintasan Sebidang Kereta di Kabupaten Bekasi Bakal Dirombak Total

Sejumlah sepeda motor melintas di jalur kereta api yang tidak ada palang pintu perlintasannya di Jl. Yaping Tambun Selatan.
Sejumlah sepeda motor melintas di jalur kereta api yang tidak ada palang pintu perlintasannya di Jl. Yaping Tambun Selatan.

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana untuk meningkatkan standar keselamatan seluruh perlintasan sebidang kereta api di wilayahnya.

Langkah ini dilakukan sebagai sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan di perlintasan kereta api, terutama setelah insiden tragis yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan senilai total Rp15 miliar ini akan digunakan untuk meningkatkan keselamatan di 10 perlintasan sebidang kereta api.

“Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur dan kita akan mendapatkan bantuan provinsi. Satu titik itu sekitar 1,5 miliar, jadi totalnya 15 miliar untuk 10 titik,” ujar Asep, Kamis (30/04).

BACA: 15 Perlintasan Kereta Api Ilegal di Kabupaten Bekasi Bakal ditutup

Adapun langkah-langkah yang direncanakan meliputi pemasangan palang pintu otomatis, penambahan rambu-rambu lalu lintas, peningkatan penerangan di area perlintasan, serta pengawasan yang lebih ketat.

“Nah ini sekarang lagi kita identifikasi titik-titiknya, mana saja perlintasan sebidang yang nanti akan kita buatkan penutup kereta yang mumpuni, yang lebih bagus, lebih canggih dari sebelumnya, bukan sekedar palang pintu manual,” kata dia.

Asep juga menyoroti keberadaan perlintasan liar yang sering kali dibuat oleh masyarakat tanpa mempertimbangkan standar keselamatan. “Biasanya karena ada perumahan-perumahan atau pemukiman penduduk. Agar dekat jaraknya ini (perlintasan liar) dibuka, ditutup dengan kayu seadanya. Itu yang bahaya,” tambahnya.

Langkah ini menjadi penting setelah insiden kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB. Kejadian tersebut melibatkan KRL CommuterLine tujuan Cikarang dan sebuah mobil taksi Green SM di perlintasan sebidang Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur.

Insiden ini menyebabkan gangguan lalu lintas kereta api di jalur tersebut. KRL CommuterLine tujuan Cikarang lainnya terpaksa tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama kemudian, datang KA Argo Bromo Anggrek di jalur yang sama, sehingga KRL CommuterLine yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur tertabrak pada gerbong paling belakang, yang merupakan gerbong khusus wanita.

Akibat kejadian ini, 16 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban, baik yang meninggal maupun luka-luka, diketahui adalah perempuan.

“Tentunya kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat perlintasan liar demi keselamatan bersama,” tutup Asep. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait