BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN — Pemuda ICMI Bekasi menggelar Workshop Penulisan Ilmiah di Leadership Garden, Mustikasari, Kota Bekasi, Sabtu (08/08) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kemampuan akademik dan budaya literasi di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu diikuti mahasiswa, peneliti pemula, dan akademisi muda dari berbagai wilayah Bekasi. Workshop diselenggarakan secara gratis dengan menghadirkan Kamal Ihsan sebagai narasumber utama.
Ketua Pemuda ICMI Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, mengatakan kemampuan menulis ilmiah memiliki peran strategis dalam membentuk SDM yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya untuk kebutuhan perkuliahan, tetapi juga untuk mendukung pembangunan daerah berbasis pengetahuan.
Menurutnya, penguasaan penulisan ilmiah dapat melatih pola pikir kritis, sistematis, dan berbasis data sehingga generasi muda mampu menghasilkan gagasan yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
BACA: DPRD Kota Bekasi Gandeng Perguruan Tinggi untuk Penyusunan Raperda 2026
“Penulisan karya ilmiah bukan sekadar pemenuhan tugas akademis, tetapi sarana membangun kemampuan berpikir kritis dan menghasilkan solusi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Aboy Maulana.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan global dan perkembangan kawasan Bekasi sebagai pusat industri, jasa, dan pendidikan.
Karena itu, keterampilan akademik seperti penulisan ilmiah dinilai perlu diperkuat sejak masa perkuliahan agar mahasiswa memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja maupun dalam pengembangan riset.
“Bekasi membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menuangkan gagasan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Aboy Maulana.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik dasar penulisan karya ilmiah, penyusunan struktur tulisan, pengelolaan referensi, hingga strategi memulai penelitian secara praktis dan terarah. Sesi diskusi juga dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi langsung terkait kendala yang sering dihadapi dalam penyusunan artikel ilmiah dan tugas akhir.
Kamal Ihsan menekankan bahwa kemampuan menulis ilmiah merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa karena berkaitan erat dengan kemampuan analisis, komunikasi akademik, dan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Pemuda ICMI Bekasi menilai penguatan tradisi ilmiah di kalangan mahasiswa dapat mendorong lahirnya lebih banyak penelitian dan gagasan inovatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebijakan publik, pengembangan pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Melalui kegiatan tersebut, organisasi kepemudaan itu berharap semakin banyak generasi muda Bekasi yang aktif menghasilkan karya ilmiah, meningkatkan prestasi akademik, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui riset dan inovasi berbasis pengetahuan. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














