Warga Kabupaten Bekasi Bersatu Tanami Pohon Bambu di Bantaran Sungai Citarum

Simbolisasi penyerahan bambu kuning dari salah seorang warga kepada Camat Muaragembong, Junaefi di halaman kantor Kecamatan Muaragembong, Minggu 05 Agustus 2018 lalu.
Simbolisasi penyerahan bambu kuning dari salah seorang warga kepada Camat Muaragembong, Junaefi di halaman kantor Kecamatan Muaragembong, Minggu 05 Agustus 2018 lalu.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sejumlah warga yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan, komunitas dan penggiat sejarah di Kabupaten Bekasi menggelar aksi penanaman bambu di bantaran Sungai Citarum.

Sejumlah bibit bambu kuning ditanam dalam aksi tersebut. Bambu ditanam di sekitar daerah yang dialiri Sungai Citarum di wilayah Muaragembong hingga Cabangbungin, Minggu 05 Agustus 2018 lalu.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil tinjauan kami di lokasi sejak beberapa waktu sebelumnya, di sisi Sungai Citarum ini kerap longsor, tanah yang tidak kuat sehingga kerap terjadi pergeseran. Maka dari itu kami berinisiatif menanam bambu yang bisa menahan laju longsor,” kata Surojudin, perwakilan warga yang ikut dalam aksi penanaman bambu tersebut, Selasa (07/08).

Dipilihnya bambu untuk ditanam karena dinilai dapat mengikat tanah. Selain itu, bambu dapat membuat ruang pada mata air baru. “Bambu kuning ini bisa mengikat tanah. Seperti kita saksikan, pas belokan sungai daya dorongnya luar biasa, di sisi lain ini sangat berdekatan dengan warga,” kata Komunitas Haurwangi, Rafiq Sadeli.

Penanaman bambu digelar setelah sebelumnya terdapat laporan dari masyarakat terkait kondisi sungai hingga mengakibatkan longsor. “Karena erosi, terjadi pengikisan, tanah yang tidak kuat ikut bergerak. Masyarakat sudah melaporkan, bahkan sebelum bulan puasa kemarin kejadian longsor, tapi belum ada respon,” ucapnya.

Diungkapkan dia, isu lingkungan di sekitar Sungai Citarum khususnya di wilayah Muaragembong sebenarnya kerap disuarakan dan telah banyak diungkap di berbagai media. Hanya saja, isu tersebut tidak serta merta ditindaklanjuti oleh pemerintah, baik di daerah maupun pusat.

Padahal berdasarkan hasil diskusi sebelumnya mengenai sejarah peradaban yang ada di Muaragembong, diketahui bahwa daerah paling utara di Kabupaten Bekasi ini ternyata dulunya dikenal sebagai pusat perdagangan.

“Muara Gembong pernah mengalami peradaban maju sebagai pusat perdagangan, ini terbukti dengan beberapa catatan sejarah dan penemuan-penemuan yang pernah ada terkait aktivitas masa lalu. Baik bukti tersebut ditunjukkan melalui peta kuno. Peta itu memperlihatkan adanya bangunan-bangunan keagamaan, rumah ibadah, maupun bangunan pusat pemerintahan,” kata Syakiran, penggiat sejarah.

Diungkapkan Syakiran, banyak masyarakat di Muaragembong justru tidak mengenal sejarah daerah yang didiaminya. “Maka dari itu masyarakat harus tahu dan dapat dijadikan sebagai pelecut semangat. Meski kurang diperhatikan, tapi mereka harus tahu bahwa mereka mampu mengembalikan kejayaan daerahnya,” ucap dia.  (BC)

Pos terkait