Satu Pemilih Lansia Kesulitan Gunakan TPS Digital di Jayasampurna

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU — Penerapan TPS digital dalam Pilkades Jayasampurna menemukan tantangan pada pemilih lanjut usia. Panitia mencatat satu pemilih lansia mengalami kesulitan menggunakan perangkat digital meski telah mendapat arahan.

Ketua KPPS 23 Desa Jayasampurna, Abdul Rohman, mengatakan pemilih tersebut hanya mampu melihat nama-nama calon pada perangkat yang tersedia.

Bacaan Lainnya

Namun, pemilih lansia itu mengalami kesulitan ketika harus melanjutkan proses pemilihan secara digital.

“Beliau hanya bisa melihat nama calonnya. Untuk selanjutnya, beliau tidak bisa melihat bagaimana cara memilihnya,” kata Abdul Rohman saat ditemui di TPS 23, Minggu (20/09).

BACA: Pilkades Kabupaten Bekasi: Satu Desa Satu TPS Digital

Menurutnya, panitia bersama saksi telah memberikan arahan kepada pemilih tersebut. Namun, pemilih tetap mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat.

Dengan kesepakatan antara panitia KPPS dan para saksi, pemilih kemudian mendapatkan bantuan langsung di depan perangkat atau display.

Abdul Rohman menyebut kasus tersebut menjadi satu-satunya pemilih yang mengalami kendala serupa selama proses pemungutan suara di TPS 23.

“Dengan kesepakatan saksi dan panitia KPPS, kita langsung mengarahkan di depan display,” ujarnya.

Selain kendala pada pemilih lansia, panitia juga menemukan sejumlah pemilih lain yang masih membutuhkan arahan dalam menggunakan fitur scan barcode pada TPS digital.

Abdul Rohman menyebut lebih dari 10 persen pemilih di TPS tersebut masih perlu diarahkan dalam proses penggunaan scan barcode.

Meski demikian, proses pendampingan dilakukan dengan melibatkan saksi untuk menjaga transparansi dan mencegah terjadinya kecurangan dalam proses pemungutan suara.

TPS 23 Desa Jayasampurna merupakan salah satu TPS digital yang diterapkan sebagai bagian dari percontohan pemungutan suara digital pada Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, penerapan TPS Digital di Kabupaten Bekasi berjalan dengan lancar. Menurutnya, metode tersebut memiliki manfaat dari sisi efisiensi karena dapat mempercepat proses penghitungan dan pelaporan hasil pemungutan suara.

“Alhamdulillah berjalan lancar. Mudah-mudahan ini menjadi satu momentum, di mana ke depannya pemilihan digital ini tidak hanya menjadi percontohan di satu TPS saja, tetapi bisa dilakukan di seluruh TPS (secara keseluruhan),” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penggunaan sistem digital dapat memangkas waktu penghitungan suara karena hasil pemungutan dapat dihitung dan dilaporkan lebih cepat dibandingkan dengan proses penghitungan secara manual.

“TPS Digital ini juga lebih transparan dan lebih akuntabel serta lebih cepat prosesnya, karena tidak perlu lagi dilakukan penghitungan suara secara manual. Begitu selesai, langsung bisa dihitung dan dilaporkan,” jelasnya.

Menurutnya, efisiensi tersebut akan semakin terasa pada TPS dengan jumlah pemilih yang besar. Dengan proses digital, tahapan penghitungan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang, dapat dipangkas sehingga hasil dapat diketahui dan dilaporkan secara lebih cepat.

Meski demikian, Yan Yan menilai penerapan TPS Digital perlu dibarengi dengan peningkatan literasi dan pemahaman kepada masyarakat maupun para calon kepala desa. Hal tersebut penting untuk membangun kepercayaan terhadap sistem yang digunakan.

Yan Yan berharap penerapan TPS Digital dapat terus dikembangkan sebagai salah satu alternatif metode pemilihan di masa mendatang, tidak hanya dalam Pilkades tetapi juga dapat menjadi pembelajaran untuk pelaksanaan pemilihan lainnya.

“Intinya, adanya TPS digital itu mempercepat proses dan menutup celah potensi terjadinya permainan atau kecurangan dalam penghitungan suara,” katanya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Pos terkait