Pemetik Libur Rayakan HUT RI, Harga Cabai di Pasar Induk Cibitung Naik Rp5.000

Harga sejumlah komoditas Barang Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Induk Cibitung mengalami kenaikan tipis pada Selasa (18/08). Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah.
Harga sejumlah komoditas Barang Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Induk Cibitung mengalami kenaikan tipis pada Selasa (18/08). Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah.

BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Harga sejumlah komoditas Barang Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Induk Cibitung mengalami kenaikan tipis pada Selasa (18/08). Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah.

Kenaikan harga tersebut tidak semata-mata dipengaruhi persoalan produksi. Berkurangnya tenaga pemetik di sejumlah daerah penghasil karena mengikuti kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI turut membuat pasokan yang masuk ke pasar menurun.

Bacaan Lainnya

Staf Bapokting Pasar Induk Cibitung, Abdul Rohman, mengatakan kenaikan harga masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

“Untuk hari ini ada kenaikan sedikit. Kemarin pasokan yang masuk berkurang karena para pemetik banyak yang mengikuti kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan,” kata Abdul Rohman saat memantau perkembangan harga komoditas di Pasar Induk Cibitung, Selasa (18/08).

Ia menyebutkan, harga cabai rawit merah super saat ini berada di kisaran Rp43.000 per kilogram, sedangkan kualitas nomor dua sekitar Rp38.000 per kilogram. Sementara cabai merah keriting super dijual sekitar Rp25.000 per kilogram.

BACA: Manfaatkan Lahan Tidur, Warga Desa Cicau Sukses Panen Cabai

Untuk cabai rawit merah secara umum, harganya berada pada rentang Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram, bergantung pada kualitas dan daerah asal. Adapun harga bawang merah berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Menurut Abdul Rohman, kenaikan harga sejumlah komoditas rata-rata mencapai Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Namun, kondisi tersebut masih fluktuatif dan sangat bergantung pada jumlah pasokan yang masuk ke pasar.

“Kalau pasokan malam nanti masuk lebih banyak, harga bisa kembali turun. Jadi memang belum bisa diprediksi secara pasti,” ujarnya.

Selain cabai dan bawang merah, kenaikan juga terjadi pada komoditas sayuran seperti kacang panjang. Untuk kualitas super, harganya mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram.

Kenaikan harga kacang panjang antara lain dipengaruhi kondisi cuaca dan berkurangnya ketersediaan air di daerah produksi.

Abdul Rohman mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas secara rutin. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan sebagai bahan evaluasi, terutama ketika terjadi perubahan harga pada periode tertentu.

“Pasokan sebenarnya banyak, tetapi yang menjadi kendala sekarang pemetiknya berkurang. Kami mendorong para pengirim agar aktivitas pemetikan kembali normal sehingga pasokan ke pasar juga kembali lancar,” jelasnya.

Meski terdapat kenaikan harga, kondisi daya beli masyarakat di Pasar Induk Cibitung masih relatif normal. Aktivitas perdagangan juga belum menunjukkan dampak signifikan akibat perubahan harga tersebut.

Abdul Rohman mengimbau masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional agar tetap cermat memilih komoditas dengan mempertimbangkan kualitas dan harga.

“Masyarakat juga dapat melakukan negosiasi dengan pedagang secara wajar untuk mendapatkan harga yang sesuai,” pungkasnya. (RIZ)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait