BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan mencetak dan membina 1.000 wirausaha pemula setiap tahun melalui program pelatihan keterampilan yang menyasar langsung masyarakat di desa.
Namun, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi mengakui tidak seluruh peserta mampu melanjutkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha. Dari setiap kegiatan pelatihan, sekitar 60 persen peserta dinilai masih mampu mengikuti dan mengembangkan keterampilan tersebut.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, Agus Dwi Riyanto, mengatakan program tersebut dilakukan dengan pola jemput bola untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelatihan.
“Target kami per tahun 1.000 wirausaha pemula yang akan kita bina. Jadi kita melakukannya turun langsung ke lapangan,” kata Agus saat ditemui di Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara.
Menurutnya, pelatihan digelar secara bergilir berdasarkan usulan desa dan kecamatan. Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembuatan kue, kerajinan rajut, buket hingga sulam.
“Tidak semuanya sulam. Ada yang pembuatan kue, ada yang rajut, macam-macam, ada yang buket kemarin,” ujarnya.
BACA: Pemkab Bekasi Siapkan Program Pencetakaan 1000 Wirausaha Baru
Di Desa Karangraharja, pelatihan merajut digelar selama dua hari, Selasa-Rabu, 29-30 September 2026. Sebanyak 140 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan pembagian 70 peserta setiap harinya.
Agus mengatakan kegiatan di Karangraharja menjadi salah satu dari enam pelatihan serupa yang telah dilaksanakan di sejumlah kecamatan. Di antaranya Cabangbungin, Tambun Selatan, Tambelang, Cibitung dan Cikarang Utara.
Meski menyasar 1.000 wirausaha pemula setiap tahun, Agus menyebut keberlanjutan peserta dalam mengembangkan keterampilan masih menjadi tantangan.
“Kalau dari kegiatan seperti ini 60 persen lah masih bisa mengikuti,” katanya.
Untuk memperkuat keberlanjutan usaha, Dinas Koperasi dan UMKM juga mendorong terbentuknya komunitas pelaku UMKM di tingkat kecamatan. Saat ini, forum UMKM disebut telah tersedia di 23 kecamatan.
“Dengan adanya keterampilan dan di sini kumpul gini kita harapkan terbentuk komunitas. Informasi-informasi tentang UMKM maupun hal lain bisa dibahas di dalam forum komunitas itu,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Wati (47), warga Desa Karangraharja, menilai keterampilan merajut memiliki peluang ekonomi apabila terus dikembangkan.
Ia berharap pelatihan tidak berhenti pada tahap dasar, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan hingga peserta mampu menghasilkan produk yang rapi dan siap dipasarkan.
“Ini kan masih belajar, belum rapi. Harapannya pelatihan ini berkelanjutan dari dinas sampai hasilnya benar-benar bagus dan siap dipasarkan, tidak cuma sekali,” kata Wati. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS















