Mengenal Kalender Hijriah: Sejarah, Perhitungan, dan Keunikannya

Meski kehidupan modern lebih banyak menggunakan kalender Masehi untuk urusan administrasi dan aktivitas sehari-hari, kalender Hijriah tetap memiliki peran yang sangat penting bagi umat Islam. Penentuan awal Ramadan, Hari Raya Idulfitri, Iduladha, hingga berbagai peringatan hari besar Islam semuanya mengacu pada kalender Hijriah.
Meski kehidupan modern lebih banyak menggunakan kalender Masehi untuk urusan administrasi dan aktivitas sehari-hari, kalender Hijriah tetap memiliki peran yang sangat penting bagi umat Islam. Penentuan awal Ramadan, Hari Raya Idulfitri, Iduladha, hingga berbagai peringatan hari besar Islam semuanya mengacu pada kalender Hijriah.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Saat memasuki Tahun Baru Islam, masyarakat sering mendengar istilah 1 Muharram sebagai penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya kalender Hijriah terbentuk? Mengapa jumlah harinya berbeda dengan kalender Masehi yang digunakan sehari-hari?

Kalender Hijriah bukan sekadar sistem penanggalan bagi umat Islam. Di baliknya terdapat sejarah panjang, perhitungan yang unik, serta nilai-nilai penting yang masih digunakan hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Berawal dari Masa Khalifah Umar bin Khattab

Kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi. Saat itu, wilayah kekuasaan Islam semakin luas dan aktivitas administrasi pemerintahan semakin kompleks.

Banyak surat dan dokumen resmi yang mencantumkan tanggal, namun belum memiliki sistem penanggalan yang baku. Kondisi tersebut sering menimbulkan kebingungan karena tidak ada acuan tahun yang jelas.

Untuk mengatasi masalah itu, para sahabat Nabi Muhammad SAW bermusyawarah menentukan peristiwa penting yang layak dijadikan titik awal kalender Islam. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka sepakat memilih peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam.

BACA: Sambut Tahun Baru Islam, Warga Cikarang Tumpah Ruah Ke Jalan

Peristiwa hijrah dipilih karena dianggap sebagai titik balik penting dalam sejarah Islam. Dari sinilah umat Islam mulai membangun masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan terorganisir.

Mengapa Disebut Kalender Hijriah?

Nama “Hijriah” berasal dari kata “hijrah”, yaitu perpindahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Meski kalender ini dimulai dari peristiwa hijrah, tahun pertamanya tidak dimulai pada bulan saat Nabi berhijrah. Para sahabat menetapkan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah karena dianggap sebagai awal yang tepat setelah musim haji dan menjadi permulaan berbagai aktivitas masyarakat Arab saat itu.

Menggunakan Peredaran Bulan

Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari, kalender Hijriah menggunakan siklus peredaran bulan mengelilingi bumi.

Satu bulan dalam kalender Hijriah berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan hilal atau bulan sabit muda. Karena itu, satu tahun Hijriah hanya memiliki sekitar 354 atau 355 hari.

Jumlah tersebut lebih pendek sekitar 10 hingga 11 hari dibandingkan kalender Masehi yang memiliki 365 atau 366 hari.

Akibatnya, tanggal-tanggal penting dalam Islam seperti Ramadan, Idulfitri, Iduladha, dan Tahun Baru Islam terus bergeser setiap tahun jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

Sebagai contoh, jika tahun ini Ramadan jatuh pada bulan Februari, beberapa tahun kemudian bisa bergeser ke Januari, Desember, bahkan musim yang berbeda.

Terdiri dari 12 Bulan

Sama seperti kalender Masehi, kalender Hijriah juga memiliki 12 bulan dalam satu tahun. Berikut urutannya:

  1. Muharram
  2. Safar
  3. Rabiul Awal
  4. Rabiul Akhir
  5. Jumadil Awal
  6. Jumadil Akhir
  7. Rajab
  8. Syaban
  9. Ramadan
  10. Syawal
  11. Zulkaidah
  12. Zulhijah

Di antara bulan-bulan tersebut, terdapat empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, yaitu Muharram, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah.

Keunikan Kalender Hijriah

Kalender Hijriah memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari sistem penanggalan lainnya.

Pertama, penentuan awal bulan sering kali melibatkan proses rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit muda.

Kedua, kalender ini membuat ibadah umat Islam dapat dirasakan dalam berbagai musim sepanjang kehidupan. Misalnya, seseorang yang berpuasa Ramadan selama puluhan tahun akan merasakan bulan suci tersebut saat musim panas, hujan, maupun dingin, tergantung lokasi tempat tinggalnya.

Ketiga, kalender Hijriah menjadi simbol persatuan umat Islam di seluruh dunia karena digunakan untuk menentukan waktu pelaksanaan berbagai ibadah penting.

Tetap Relevan Hingga Saat Ini

Meski kehidupan modern lebih banyak menggunakan kalender Masehi untuk urusan administrasi dan aktivitas sehari-hari, kalender Hijriah tetap memiliki peran yang sangat penting bagi umat Islam.

Penentuan awal Ramadan, Hari Raya Idulfitri, Iduladha, hingga berbagai peringatan hari besar Islam semuanya mengacu pada kalender Hijriah.

Karena itu, memahami sejarah dan cara kerja kalender Hijriah tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu umat Islam lebih mengenal warisan peradaban yang telah digunakan selama lebih dari 14 abad.

Memasuki Tahun Baru Islam, momen ini dapat menjadi kesempatan untuk tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga memahami makna di balik sistem penanggalan yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas umat Islam di seluruh dunia. (RIZ)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Pos terkait