BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Warga Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, memadati Lapangan Persema pada Senin (15/06) malam untuk memperingati perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Perayaan berlangsung meriah dengan pawai obor, penampilan hadroh, hingga tausiyah keagamaan. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut
Kepala Desa Gandasari, Midik Frabowo, mengatakan perayaan Tahun Baru Islam tahun ini mengusung tema “Gandasari Bersatu” yang mencerminkan semangat persatuan masyarakat dalam membangun desa dan bangsa.
“Kegiatan diawali dengan pawai obor. Untuk rutenya kurang lebih hampir tiga kilometeran, karena kalau terlalu panjang pun kasihan anak-anak, sehingga agar lebih terjangkau baik tua, muda, dan anak-anak,” kata Midik.
BACA: Mengenal Kalender Hijriah: Sejarah, Perhitungan, dan Keunikannya
Menurutnya, tradisi pawai obor sudah lama menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam di Desa Gandasari. Antusiasme masyarakat bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Ini bukan hal baru bagi masyarakat Gandasari. Justru setiap tahun semangat warga semakin besar. Kalau kita lihat, hampir ribuan warga ikut serta. Alhamdulillah, bahkan ada warga dari desa tetangga yang turut bergabung bersama kami,” katanya.
Midik menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan acara tidak lepas dari dukungan fasilitas yang memadai serta peran aktif para pemuda desa dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah kami memiliki lokasi yang cukup luas. Selain itu, para pemuda juga menyusun acara dengan rapi dan sistematis,” jelasnya.
Ia menegaskan, pawai obor dan peringatan Tahun Baru Islam akan terus menjadi agenda tahunan Pemerintah Desa Gandasari. Kegiatan tersebut bahkan telah masuk dalam perencanaan desa karena dinilai mampu mempererat kebersamaan warga.
“Ke depan kegiatan ini tentu akan terus berlanjut. Ini sudah menjadi agenda wajib yang didukung pemerintah desa, masyarakat, dan para pemuda. Semangat warga sangat luar biasa. Berbagai kendala yang ada tidak pernah menjadi penghalang untuk terus melaksanakan kegiatan ini,” tegasnya.
Perayaan Tahun Baru Islam di Desa Gandasari tidak hanya menjadi sarana syiar keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan warga dalam menjaga tradisi serta membangun lingkungan yang harmonis. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















